Snapshot Jet Partikel Lubang Hitam Supermasif di Dekat Centaurus A

Tinuku
News KeSimpulan.com - Snapshot terbaik teleskop radio pada jet lubang hitam. Proyek teleskop radio kolosal TANAMI melacak emisi radio hingga galaksi terdalam.

Sebuah tim internasional menggunakan seluruh teleskop radio di sepanjang belahan langit Bumi selatan untuk merekam gambar paling rinci letusan jet partikel dari lubang hitam supermasif di sebuah galaksi di dekatnya.

"Jet ini timbul terkait masalah infalling mendekati lubang hitam, tetapi kita belum tahu rincian tentang bagaimana mereka terbentuk dan bertahan," kata Cornelia Mueller, mahasiswa doktoral University of Erlangen-Nuremberg di Jerman.

Gambar baru menunjukkan suatu wilayah kurang dari 4,2 tahun cahaya (kurang dari jarak antara Matahari dan bintang terdekat). Fitur radio-emitting sekecil 15 hari cahaya memberi tampilan resolusi tertinggi jet galaksi pada saat ini. Temuan akan muncul di edisi Juni Astronomy and Astrophysics.

Mueller dan timnya menargetkan Centaurus A (Cen A), sebuah galaksi berdekatan dengan lubang hitam supermasif bermassa 55 juta kali Matahari. Juga dikenal sebagai NGC 5128, Cen A terletak sekitar 12 juta tahun cahaya di konstelasi Centaurus dan merupakan salah satu sumber radio pertama langit yang diidentifikasi sebagai sebuah galaksi.

Dilihat dalam gelombang radio, Cen A menjadi salah satu objek terbesar dan paling terang di langit, hampir 20 kali ukuran bulan purnama karena galaksi terletak di antara sepasang lobus yang memancarkan radio raksasa, masing-masing memiliki panjang hampir satu juta tahun cahaya. Lobus ini diisi dengan materi streaming jet partikel di dekat pusat lubang hitam galaksi.

Menggunakan array antarbenua sembilan teleskop radio, peneliti proyek TANAMI (Tracking Active Galactic Nuclei with Austral Milliarcsecond Interferometry) mampu secara efektif memperbesar insiden di inner galaksi paling dalam.

"Komputerisasi memungkinkan kita menggabungkan data teleskop individu untuk menghasilkan gambar dengan ketajaman teleskop raksasa, hampir sama besar dengan Bumi itu sendiri," kata Roopesh Ojha, astrofisikawan NASA Goddard Space Flight Center di Greenbelt, Md.

Output energi besar seperti galaksi Cen A berasal dari keruntuhan gas menuju sebuah lubang hitam dengan berat jutaan kali massa Matahari. Melalui proses yang tidak sepenuhnya dipahami, beberapa proses dikeluarkan dalam fraksi kecepatan cahaya. Pandangan detil struktur jet dapat membantu astronom menganalisis bagaimana mereka terbentuk.

Jet sangat berinteraksi dengan gas di sekitarnya, pada suatu waktu mungkin merubah nilai sebuah formasi bintang galaksi. Jet memainkan peran penting tetapi hingga kini para astronom kurang memahami bagaiaman terbentuk dan mengevolusi galaksi. Sebelumnya NASA Fermi Gamma-ray Space Telescope telah mendeteksi radiasi energi jauh lebih tinggi di wilayah core Cen A.

"Radiasi ini milyaran kali lebih energik daripada gelombang radio yang kami deteksi dan secara persis di mana berasal tetap menjadi misteri. Dengan Tanami, kami berharap meneliti galaksi terdalam untuk mencari tahu," kata Matthias Kadler di University of Wuerzburg in Germany di Jerman dan kolaborator Ojha.

Cornelia Mueller http://www.uni-erlangen.de/
Roopesh Ojha http://asd.gsfc.nasa.gov/Roopesh.Ojha/
Roopesh Ojha http://www.uni-wuerzburg.de
NASA’s Goddard Space Flight Center http://www.nasa.gov/goddard

Gambar : Goddard Space Flight Center http://svs.gsfc.nasa.gov/goto?10770
Video : NASAexplorer's Channel http://www.youtube.com/user/NASAexplorer


Tinuku Store

No comments:

Post a Comment