Vireo plumbeus dan Vireo vicinior Edit Lagu Dalam Respon Kebisingan

Tinuku
News KeSimpulan.com - Merasakan kebisingan. Uji beda menyatakan burung Vireo plumbeus dan Vireo vicinior mengedit panggilan dalam merespon kebisingan.

Dalam menanggapi polusi suara, beberapa burung pekicau mengubah lagu-lagu mereka. Tetapi sebuah studi terbaru, dua spesies yang terkiat erat mengejutkan para ilmuwan karena mengedit panggilan mereka secara berbeda.

Burung mengandalkan panggilan dan lagu, tetapi ancaman polusi suara yang dihasilkan dapat mengganggu komunikasi tersebut.

Ada lebih dari 10.000 jenis burung yang dikenal, sehingga mustahil bagi para ilmuwan untuk menguji bagaimana masing-masing burung merespon polusi suara dari tetangga manusia yang berisik. Jadi untuk memprediksi respon burung didasarkan pada bagaimana suatu dua atau lebih spesies yang terkait erat dalam merespon.

"Jika tidak ada pola yang jelas mengenai bagaimana perubahan respon lagu burung terhadap kebisingan di antara spesies yang terkait erat, itu akan sangat membatasi kemampuan kita untuk memprediksi bagaimana suatu spesies bisa berubah lagunya di lingkungan akustik baru," kata Clinton Francis, ekolog dari National Evolutionary Synthesis Center di Durham, North Carolina.

Untuk membandingkan spesies yang berkaitan erat hidup di lingkungan yang bising, Francis dan rekannya berpaling ke burung vireo timah hitam (Vireo plumbeus) dan abu-abu (Vireo vicinior) di hutan sekitar 26 situs gas dengan kompresor bising serta situs tenang sebagai kelompok kontol di Canyon Habitat Management Area di New Mexico pada pertengahan 2009.

Skema metodologis ini ideal karena suara yang dibuat oleh kompresor gas, seperti kebisingan yang dihasilkan manusia, sebagian besar dalam rentang frekuensi yang lebih rendah dan tumpang tindih dengan frekuensi suara burung dalam berkomunikasi. Selain itu, jumlah orang dan jenis vegetasi serupa baik dalam kelompok bising dan kelompok tenang.

"Karena kedua spesies vireos berkaitan erat, kita berharapkan mereka merespon dengan cara yang sama untuk gangguan kebisingan," kata Francis.

Namun, dua burung menanggapi kebisingan kompresor dengan cara yang berbeda secara dramatis dan melapor ke Biology Letters. Vireo plumbeus meningkatkan frekuensi minimum suara lagu, mengurangi rentang frekuensi yang digunakan secara keseluruhan. Sebaliknya, Vireo vicinior meningkatkan frekuensi maksimum lagu-lagu cerianya yang meningkatkan jangkauan frekuensi.

Selanjutnya, para peneliti menemukan durasi lagu berubah dengan meningkatnya kebisingan untuk kedua spesies tetapi dalam cara yang berlawanan. Durasi lagu Vireo plumbeus menurun dengan kebisingan meningkat, sedangkan lagu-lagu Vireo vicinior hampir 1,5 kali lebih lama dari biasanya di daerah paling berisik.

Berdasarkan penelitian sebelumnya menjadi kendala untuk lagu burung, para ilmuwan berspekulasi Vireo plumbeus mungkin tidak mampu bernyanyi ketika meningkatkan frekuensi minimum lagunya.

Namun, Jeffrey Podos, ekobehavioris dari University of Massachusetts di Amherst, mengatakan skeptis kedua spesies dalam situs berisik dan tenang adalah sama.

"Ya, dua spesies dari genus yang sama, tetapi data penulis sendiri menunjukkan spesies ini berbeda dalam kesediaan mereka untuk tinggal di dekat kompresor bising. Saya jadi tidak mengikuti prediksi awal bahwa dua spesies harus bereaksi mirip dengan masking kebisingan," kata Podos.

Francis mengatakan bahwa timnya telah menemukan Vireo vicinior menghindari bersarang di lingkungan yang bising, seperti Podos katakan. Tetapi Francis yakin jumlah yang lebih kecil sarang bisa disebabkan burung gagal dalam mengamankan pasangan jangka panjang di lingkungan yang berisik dan mereka masih gembira menghuni lingkungan tersebut, seperti Vireo plumbeus.
  1. Clinton D. Francis (National Evolutionary Synthesis Center, Durham, NC 27705, USA), et.al. Different behavioural responses to anthropogenic noise by two closely related passerine birds. Biology Letters, May 25, 2011, DOI:10.1098/rsbl.2011.0359
Clinton D. Francis http://www.nescent.org/science/awards_summary.php?id=222
Jeffrey Podos http://www.bio.umass.edu/biology/podos/Podos_Lab/Jeff_Podos.html
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment