Apakah Megafauna Dinosaurus Berdarah Endotermik Atau Ektotermik?

Tinuku
News KeSimpulan.com - Apakah dinosaurus besar hewan berdarah hangat? Megafaunal dinosaurus seberat 50 ton tentu bisa mendidih, tetapi mereka tidak. But How?

Ketika paleontolog Richard Owen menggali dinosaurus pada tahun 1842, terpikir reptil "kadal besar mengerikan", kaki bergerak lamban dan berdarah dingin. Tetapi sekarang banyak dinosaurus diketahui sangat cepat, kuat, dan energik. Sejak tahun 1960-an, para ilmuwan berdebat apakah fisiologi berdarah dingin reptil lamban bisa bertenaga, gesit dan cepat seperti Velociraptor.

Sekarang, para ilmuwan menggunakan teknik iklim telah menemukan dinosaurus raksasa berkaki empat memiliki suhu tubuh mirip dengan mamalia, bukti mereka berdarah hangat atau dapat menyimpan panas tubuh daripada reptil modern.

Robert Eagle, bioevolusionaris dari California Institute of Technology (Caltech) di Pasadena menggunakan teknik ini untuk merekonstruksi iklim purba.

Dengan menganalisis mineral di dalam batuan tua, geokimia menentukan jumlah relatif isotop kimia yang berbeda yaitu atom unsur kimia yang sama akan sedikit berbeda dalam massa.

Isotop yang berbeda cenderung tergantung pada apakah reaksi kimia berlangsung pada suhu tinggi atau rendah.

Metode yang disebut "clumped-isotope thermometry" fokus pada reaksi yang melibatkan ikatan antara karbon dan oksigen. Semakin rendah suhu dalam form mineral, semakin banyak isotop langka karbon-13 dan oksigen-18 menjadi "rumpun" bersama-sama.

Dengan mempelajari CO2 yang terperangkap dalam mineral, geokimiawan Yohanes Eiler dari Caltech dan peneliti lainnya mencoba mengukur ketika Bumi yang hangat telah terbentuk. Sebagai paleontolog, Eagle menyadari penerapan teknik bioapatite, mineral yang membentuk enamel gigi.

"Ini seperti termometer," kata Eagle.

Data mungkin dapat membantu menyelesaikan perdebatan lama dalam dunia paleobiologi mengenai apakah dinosaurus adalah hewan berdarah dingin (ectothermic) atau berdarah panas (endothermic).

Untuk mengatasinya, tim menganalisis 11 fosil gigi si leher panjang dan berat tubuh 30 ton Brachiosaurus dan Camarasaurus seberat 50 ton yang digali di Oklahoma, Wyoming, dan Tanzania. Enamel berdating 150 juta tahun ini terbentuk antara 36oC dan 38oC, suhu yang sama seperti tubuh mamalia.

Tetapi ini tidak menyelesaikan perdebatan. Agar benar-benar endotermik, dinosaurus harus terus-menerus mempertahankan suhu tubuh. Hewan endotermik besar, bagaimanapun, memiliki masalah dengan panas, tubuh besar mereka terlalu besar. Fenomena ini, disebut gigantothermy yang menyebabkan terlalu panas.

"Raksasa modern seperti gajah selalu mendekati overheating," kata Frank Paladino, fisiolog dari Purdue University di Fort Wayne, Indiana, yang mempelajari hewan besar seperti panda dan kura-kura belimbing.

Paladino mengatakan studi sebelumnya telah menemukan jika dinosaurus besar adalah endotermik yang memiliki cara sama dengan mamalia, suhu tubuh mereka dapat mencapai 40oC hingga 45oC, terlalu panas untuk kehidupan.

Jadi, jika dinosaurus endotermik, mereka harus memiliki beberapa jenis sistem pendingin. Dalam laporan ke Science, para peneliti berspekulasi dinosaurus mungkin membuang kelebihan panas melalui leher panjang dan ekor atau melalui kantung-kantung udara di bawah kulit, atau menggunakan beberapa mekanisme yang tidak diketahui untuk mendinginkan.

Kemungkinan suhu tubuh dinosaurus raksasa berfluktuasi dengan lingkungan di sekitar mereka seperti reptil modern. Dalam hal ini, Paladino menunjukkan ectothermic tanpa berdarah dingin.

"Jelas, dinosaurus 'berdarah panas', mereka tinggal di iklim yang hangat," kata Paladino.

Paladino mengatakan bahwa pertanyaan yang lebih penting apakah sel-sel mereka menghasilkan energi tinggi atau tingkat rendah dan yang tidak dapat ditentukan dengan melihat isotop enamel gigi. Dalam iklim panas Jurassic tidak ada tekanan lingkungan bagi dinosaurus berevolusi mekanisme seluler untuk suhu.

Tetapi dinosaurus bipedal kecil mulai berevolusi menjadi burung pasti membutuhkan lebih banyak energi untuk dapat mengepakkan sayap, endothermy mungkin berevolusi pada saat ini.

Eagle setuju, semua temuan tersebut menunjukkan dinosaurus tidak dingin seperti reptil modern dan berencana untuk menjawab pertanyaan endothermy dengan melihat gigi kerabat kecil dinosaurus dan remaja dari spesies yang sama. Jika enamel juga terbentuk pada suhu tinggi, mungkin lebih banyak bukti bahwa spesies ini endotermik dan bukan hanya menahan panas karena ukurannya.

"Tapi saya berpikiran terbuka tentang ini," kata Eagle.
  1. Robert A. Eagle (Division of Geological and Planetary Sciences, California Institute of Technology, Pasadena, CA 91125, USA; Department of Earth and Space Sciences, University of California, Los Angeles, CA 90095, USA). Dinosaur Body Temperatures Determined from Isotopic (13-180C) Ordering in Fossil Biominerals, Science, 23 June 2011, DOI:10.1126/science.1206196
Robert Eagle http://www.gps.caltech.edu/people/robeagle/profile
Frank Paladino http://www.purdue.edu
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment