Fermi Space Telescope Gagal Melihat Bukti Materi Gelap

Tinuku
News KeSimpulan.com - Fermi Space Telescope untuk melihat bukti dark matter. Jika materi gelap mengisi alam semesta, para astronom harus melihat sinar gamma.

Di antara peristiwa yang paling dramatis di alam semesta adalah kematian bintang-bintang saat runtuh ke dalam lubang hitam dan tumbukan lubang hitam sendiri. Peristiwa ini begitu kuat sehingga mengguncang cakrawala, menghasilkan gelombang gravitasi di seluruh kosmos. Juga ledakan besar neutrino yang kadang-kadang terekam teleskop neutrino di Bumi.

Peristiwa ini menarik, paling tidak hampir pasti melibatkan fisika di luar standar, sangat sulit untuk mengamati karena neutrino dan gelombang gravitasi terkenal pemalu.

Neutrino biasanya melewati langsung Bumi. Bahkan, para astronom hanya sesekali mendeteksi neutrino dari luar tata surya dan hampir 25 tahun lalu saat supernova SN1987A.

Namun neutrino adalah partai benar dibandingkan dengan gelombang gravitasi.

Fisikawan belum pernah melihat gelombang gravitasi, meskipun menghabiskan ratusan juta dolar merancang mesin untuk menemukan. Untungnya, ada cara ketiga untuk mempelajari peristiwa ekstrem yaitu menggunakan sinar gamma, ultra high energy photons.

Ibu dari semua teleskop sinar gamma adalah NASA Fermi Space Telescope yang telah mengintip ke dalam kosmos dari orbit Bumi rendah selama tiga tahun. Jadi kesempatan baik untuk menemukan, kata Luca Baldini, astronom dari Italy's National Institute of Nuclear Physics di Pisa dan rekannnya.

Fermi memiliki pandangan unik mengenai alam semesta. Melalui matanya, langit menjadi terang benderang penuh cahaya sinar gamma dengan konstan. Sekitar 70 persen darinya dihasilkan oleh sinar kosmik energi tinggi yang menabrak objek-objek di galaksi kita. Sisanya berasal dari luar, proses yang belum kita mengerti.

Meskipun singkat, Fermi juga sesekali melihat ledakan sinar gamma dari peristiwa tumbukan yang jauh di antara hal-hal yang terang di alam semesta. Kembang api kosmik ini adalah jendela kita untuk masuk ke dalam kondisi yang paling ekstrim dunia kosmos.

Semburan sinar gamma atau gamma rays bursts (GRB) merupakan pelepasan energi setara dengan massa Matahari dalam detik tunggal, mungkin sebagai bintang-bintang raksasa runtuh untuk membentuk lubang hitam atau tumbukan bintang neutron.

Fermi melihat dengan jarak beberapa ratus semburan pada energi yang membentang lebih dari enam magnitude. Peristiwa yang terjadi tanggal 10 Mei 2009 menghasilkan foton dengan energi 31 GeV, tertinggi yang pernah diamati di ruang angkasa. Mekanisme secara tepat yang membuat cahaya energi tinggi seperti ini masih menjadi teka-teki, namun data yang lebih pasti akan membantu.

Fermi juga mengubah pemahaman kita tentang nuclei galaksi aktif yaitu lubang hitam supermasif di pusat galaksi. Dengan menggabungkan pengamatan Fermi untuk flare objek-objek dan pengamatan pada panjang gelombang lain, astronom telah menunjukkan bahwa apa pun mekanisme yang menghasilkan sinar gamma juga menghasilkan cahaya lain.

Namun hasil Fermi yang paling kontroversial adalah melibatkan materi gelap. Berpikir bahwa partikel materi gelap memusnahkan produksi sinar gamma, menghasilkan garis sinar gamma pada frekuensi tertentu, tetapi Fermi tidak menemukan bukti tentang hal ini.

Lebih banyak bukti berasal dari galaksi kerdil yang tidak mudah untuk melihat dalam spektrum karena sebagian besar terdiri dari materi gelap. Tetapi Fermi harus mampu menangkap sinar gamma yang menghasilkan materi gelap ini. Sejauh ini telah melihat sedikit bukti dan Baldini sementara melaporkan bukti negatif ini ke server preprint arXiv.

Sebuah bukti menggoda dimana fisikawan dan astronom sama-sama masih mencerna. Tugas mereka adalah menganalisis apakah bukti memang ada ataukah mungkin Fermi tidak bisa melihat atau memang sebenarnya tidak ada sama sekali.

Cara Fermi melihat alam semesta adalah cara unik untuk mempelajari materi gelap yang menyediakan validasi menarik untuk eksperimen berbasis di Bumi. Ini semua layak diikuti.

Download Laporan : http://arxiv.org/abs/1106.3416

  1. L. Baldini, L. Tibaldo, for the Fermi LAT collaboration. Science highlights from the Fermi Large Area Telescope. arXiv:1106.3416, (Submitted on 17 Jun 2011), http://arxiv.org/abs/1106.3416
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment