Halicephalobus mephisto Cacing Kecil Dari Kedalaman 3,6 Kilometer

Tinuku
News KeSimpulan.com - Cacing kecil dari kerak neraka. Temuan di tambang Afrika Selatan menunjukkan kehidupan bisa berkembang di tempat-tempat tak terduga.

Cacing kecil bisa hidup dalam batuan padat hingga 3,6 kilometer di bawah tanah, jauh lebih dalam dari organisme kompleks sebelumnya. Cacing nematoda ditemukan di tiga tambang emas Afrika Selatan yang menegaskan bahwa biosfer Bumi hingga ke alam bawah tanah. Temuan memperkuat saran lingkungan hidup terkuburkan di planet lain seperti Mars.

Gaetan Borgonie, spesialis nematoda dari University of Ghent di Belgia, dan rekannya mempresentasikan temuan termasuk spesies nematoda baru ke Nature sebagai cacing tanah yang mencakup kelompok sangat beragam.

Selama beberapa dekade terakhir, para peneliti telah menemukan banyak bakteri dan makhluk bersel tunggal lainnya berkembang di bawah tanah.

Tetapi "untuk benar-benar pergi keluar dan mulai mencari organisme multisel seperti permainan changer. Tidak ada dalam pikiran kita bahwa mereka tidak berhak hidup di sana," kata Tullis Onstott, geomikrobiolog dari Princeton University.

Tetapi Borgonie berpikir mungkin saja ada cukup makanan, air, oksigen dan kebutuhan lainnya untuk menjaga cacing hidup jauh di kerak Bumi. Jadi Borgonie berkemas ke Afrika Selatan untuk mengumpulkan sampel air dan tanah dari enam lubang bor.

Lubang terdalam 3,6 kilometer di tambang emas Tau Tona, Borgonie menemukan jejak DNA nematoda dalam air yang mengalir dari rekahan batuan. Jauh lebih dangkal yaitu 900 meter di bawah tambang emas Driefontein ditemukan nematoda dua spesies yang dikenal di permukaan. Dan di tengah, kedalaman 1,3 kilometer di tambang emas Beatrix, ditemukan nematoda perempuan yang tampak aneh.

Kembali di laboratorium, Borgonie meletakkan cacing hidup di bawah mikroskop.

"Rasanya seperti unit perawatan intensif, saya mengawasi setiap jam. Satu-satunya yang ingin saya ketahui adalah meletakkan telur," kata Borgonie.

Sekarang Borgonie memiliki dinasti cacing. Panjang sekitar setengah milimeter, nematoda ini cukup berbeda dari spesies lain untuk memberi nama sendiri yaitu Halicephalobus mephisto.

"Kehidupan kompleks dengan menopang dirinya sendiri untuk jangka panjang benar-benar tanpa segala sesuatu yang lain dari sinar Matahari, kimia permukaan. Cukup luar biasa," kata Caleb Scharf dari Columbia Astrobiology Center di New York City.

Untuk memastikan cacing tidak sengaja dibawa turun oleh para pekerja tambang, para peneliti melakukan serangkaian tes yang menunjukkan bahwa air di mana nematoda hidup setidaknya terpendam beberapa ribu tahun. Borgonie mengatakan, nenek moyang cacing mungkin hidup di permukaan sebelum meluncur ke bawah dan mengunyah bakteri di sepanjang jalan.

Nematoda dapat hidup dalam kondisi hampir tanpa oksigen, faktor pembatas untuk kelangsungan hidup mereka di dalam kemungkinan adalah suhu, kata Borgonie. Budidaya di laboratorium H. mephisto dapat bertahan hingga 410Celcius.

Tetapi John Parkes, biosferian dari Cardiff University di Wales, mempertanyakan apakah pengeboran lubang bor untuk tambang mengubah lingkungan, entah bagaimana, mungkin dengan memperkenalkan lebih banyak oksigen atau sebaliknya memberikan suatu lingkungan untuk nematoda berkembang.

Untuk memastikan, dalam beberapa bulan Borgonie akan kembali ke Afrika Selatan untuk berburu nematoda baru dalam air tambang yang telah tersaring selama dua tahun, jauh lebih lama dari sampel 24 jam saat di melaporkan dalam studi baru.

Karsten Pedersen, mikrobiolog dari University of Gothenburg di Swedia, yakin dengan kerja keras tim untuk menyingkirkan kemungkinan kontaminasi permukaan. Pedersen telah menemukan ragi sampai dengan 450 meter di granit Swedia, pemegang rekor sebelumnya untuk kehidupan bawah tanah yang rumit. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk verifikasi.
  1. G. Borgonie (Department of Biology, Nematology Section, Ghent University, Ledeganckstraat 35, B9000 Ghent, Belgium), et.al. Nematoda from the terrestrial deep subsurface of South Africa. Nature, 474, 79–82, 02 June 2011, DOI:10.1038/nature09974
  2. S. Ekendahl (Department of Cell and Molecular Biology (CMB), Microbiology Göteborg University, Box 462, SE 405 30, Göteborg Sweden), et.al. Characterisation of Yeasts Isolated from Deep Igneous Rock Aquifers of the Fennoscandian Shield. Microbial Ecology, Volume 46, Number 4, 416-428, DOI:10.1007/s00248-003-2008-5
Tullis Onstott http://www.princeton.edu/geosciences/people/onstott/research/
Caleb Scharf http://www.newscientist.com/special/instant_expert-astrobiology
Gaetan Borgonie http://www.ugent.be/
John Parkes http://www.cardiff.ac.uk/earth/contactsandpeople/profiles/parkes-r-john.html
Karsten Pedersen http://www.cmb.gu.se/Department+of+Cell-+and+Molecularbiology/Contact_Us/Research_Teaching/Pedersen_Karsten/
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment