Seks Dengan Pria Dari Masa Depan Tidak Menyehatkan Anda

Tinuku
News KeSimpulan.com - Waktu itu adalah sekarang. Seks dengan seseorang dari masa depan bisa berbahaya untuk kesehatan Anda. Paling tidak ini dialami oleh Artemia franciscana.

Pada banyak spesies hewan, pria dan wanita memiliki konflik kepentingan evolusi. Pria bersaing satu sama lain untuk kesempatan membuahi telur perempuan. Laki-laki menggunakan segala macam strategi dalam kompetisi ini. Mereka bertarung satu sama lain untuk wilayah dan mengancam laki-laki yang mengganggu.

Selain itu, laki-laki juga menancapkan cakar di tubuh perempuan untuk membuang keluar sperma dari laki-laki sebelumnya dan menyuntikkan "racun tolak bala" yang membuat perempuan tidak mempan dengan laki-laki lain.

Sejumlah eksperimen menunjukkan perempuan harus menembus harga mahal untuk racun tolak bala dari laki-laki ini karena racun ini memperpendek masa hidup mereka.

Mengapa laki-laki merugikan perempuan yang membawa keturunan mereka? Pada banyak spesies, laki-laki bisa kawin dengan banyak perempuan dan tidak peduli dengan kesehatan jangka panjang setiap wanita.

Karena seleksi alam dalam melawan strategi kawin laki-laki pada gilirannya muncul counter strategies dari wanita.

Pada beberapa spesies, wanita mengembangkan penangkal racun laki-laki. Laki-laki, pada gilirannya, juga mengembangkan cara untuk mengatasi serangan balik dengan pertahanan baru.

Secara teoritis, strategi evolusi ini menjadi siklus yang tidak pernah berakhir dalam konflik seksual.

Sekarang Nicolas Rode, evolusionaris dari Center for Functional and Evolutionary Ecology di Montpellier, Perancis, dan rekannya menemukan cara baru pengujian hipotesis ini yaitu jalur perjalanan waktu kawin laki-laki dengan perempuan.

Di Great Salt Lake di Utah, udang air garam Artemia franciscana menghasilkan telur yang keras menjadi kista dan dapat bertahan dalam kekeringan selama bertahun-tahun, kemudian menetas menjadi bayi yang sehat ketika air kembali.

Rode mengumpulkan kista dari lapisan yang terbentuk pada tahun 1985, 1996 dan 2007 serta dibudidaya di laboratorium untuk mengatur hubungan seksual. Mereka menjodohkan perempuan dengan laki-laki dari tahun yang berbeda. Misalnya, perempuan dari 1996 kawin dengan laki-laki dari tahun 2007 dan 1985.

Jika konflik seksual adalah proses waktu evolusi, Anda berharap perempuan memasang tarif berbeda dengan laki-laki dari periode waktu yang berbeda. Mereka akan menyesuaikan dengan waktu mereka sendiri. Teori evolusi memiliki dua model berbeda tentang bagaimana seks terkait waktu.

Ada kemungkinan pria dan wanita meningkatkan strategi dari waktu ke waktu sebagai adaptasi dalam perlombaan senjata evolusioner. Kemungkinan lain evolusi bergerak seperti komidi putar. Untuk sementara waktu, strategi laki-laki mendominasi dan di waktu lain counter strategy perempuan yang mendominasi.

Rode mencatat berapa banyak telur dihasilkan perempuan dan berapa lama masa hidupnya.

Seperti yang diduga, berhubungan seks dengan laki-laki dari waktu yang lain adalah buruk bagi kesehatan perempuan. Semakin jauh rentang waktu, semakin cepat Artemia franciscana perempuan mati. Masa hidupnya terpotong rata-rata 12%. Rode melapor ke Evolution.

Ada banyak teka-teki dari penelitian ini, tidak cukup jelas bagi para ilmuwan untuk memilih model penjelasan terbaik bagi konflik antar kedua jenis kelamin. Waktu selisih waktu tidak memiliki efek terukur untuk keberhasilan reproduksi perempuan. Misteri lain adalah bagaimana rentang waktu laki-laki yang merugikan perempuan.

Rode mencatat salah satu aspek yang tidak biasa dari seksual Artemia franciscana yaitu laki-laki dan perempuan bersama-sama untuk selama beberapa jam bahkan berhari-hari. Tetapi mereka tidak saling memeluk.

Studi pada spesies lain menunjukkan laki-laki memegang erat-erat perempuan, mungkin cara untuk mencegah pasangan menemukan laki-laki lain. Perempuan membayar harga mahal karena menjadi target mudah bagi predator.

Apapun jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, satu hal cukup jelas. Jika Anda dilamar laki-laki yang jauh lebih muda, Anda kalah jaman.
  1. Nicolas O. Rode (Centre d’Ecologie Fonctionnelle et Evolutive, UMR CNRS 5175, 1919 route de Mende, 34293 Montpellier Cedex 5, France) et.al. Male-female coevolution in the wild: evidence from a time series in Artemia franciscana. Evolution, 16 JUN 2011, DOI:10.1111/j.1558-5646.2011.01384.x
Gambar : Barcode of Life Data System http://www.boldsystems.org
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment