Trik Laba-laba Argyroneta aquatica Pakai Jaring Untuk Bernafas dalam Air

Tinuku
News KeSimpulan.com - Laba-laba menyelam menggunakan jaring sebagai insang untuk bernapas dalam air. Trik laba-laba Arakhnida (Argyroneta aquatica) menyelam.

Menggunakan jaring sebagai insang, laba-laba dapat menyelam dan hidup di dalam air dengan hanya sesekali kunjungan ke permukaan. Laba-laba Arakhnida (Argyroneta aquatica) bernafas dari gelembung udara yang ditangkap dari permukaan air menggunakan bulu-bulu halus di perut. Jaring sutra digunakan untuk perangkap udara berbentuk lonceng.

Ini pertama kalinya menjelaskan lebih dari 250 tahun yang lalu, tetapi sampai sekarang para biolog tidak tahu bagaimana bertahan dalam air tanpa kunjungan sering ke permukaan untuk memperbaharui oksigen dalam gelembung udara yang kecil.

Roger Seymour, ekolog dari University of Adelaide di Australia Selatan dan Stefan Hetz, neurobiolog dari Humboldt University di Berlin, Jerman, menempatkan 12 laba-laba dalam akuarium individu dan mengukur kadar oksigen dalam gelembung udara menggunakan serat optik. Seymour juga mengukur kadar oksigen di dalam air di luar gelembung.

"Web laba-laba bertindak seperti insang," kata Seymour melapor ke Journal of Experimental Biology.

Jaring sutra memungkinkan oksigen berdifusi dari air di sekitarnya ke udara serta melepaskan karbon dioksida. Berdasarkan tingkat oksigen menyebar ke dalam gelembung udara, Seymour menghitung 70 persen pasokan oksigen laba-laba berasal dari difusi melalui jaring.

Pada siang hari, laba-laba mengisi pasokan udara dan bisa bertahan dalam air selama lebih dari 24 jam, memungkinkan laba-laba tetap berada di luar jangkauan predator. Namun, karena kadar oksigen turun, konsentrasi nitrogen meningkat dalam gelembung. Nitrogen mulai menyebar keluar ke dalam air dan akhirnya gelembung kempes.

"Saya selalu menganggap laba-laba harus terus mengisi kembali sumber oksigen. Ini menunjukkan bagaimana jaring laba-laba menakjubkan dan serbaguna," kata Kor Vink, entomologi dari AgResearch yang berbasis di Christchurch, Selandia Baru.
  1. Roger S. Seymour (Ecology and Evolutionary Biology, University of Adelaide, Adelaide, SA 5005, Australia) and Stefan K. Hetz (Humboldt-Universit├Ąt zu Berlin, Department of Animal Physiology, Systems Neurobiology and Neural Computation, Philippstrasse 13, 10115 Berlin, Germany). The diving bell and the spider: the physical gill of Argyroneta aquatica. The Journal of Experimental Biology, 214, 2175-2181, July 1, 2011, DOI:10.1242/jeb.056093
Roger Seymour http://www.adelaide.edu.au/directory/roger.seymour
Stefan Hetz http://www.activetouch.de/index.php?id=38
Cor Vink http://www.agresearch.co.nz/about-us/our-people/science-staff/pages/profile.aspx?Name-id=vink-cor
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment