Arsitektur Sarang Simpanse Direncanakan Untuk Masa Depan

Tinuku
News KeSimpulan.com - Arsitektur sarang simpanse memiliki dasar abadi. Ketika simpanse membangun rumah pohon, mereka memiliki pilihan dan direncanakan untuk masa depan.

Meskipun mereka membuat sarang baru setiap malam, simpanse sering membangun pada cabang yang sebelumnya telah dibentuk menjadi landasan yang sempurna. Sementara hewan seperti berang-berang dan burung terkenal membangun sarang, kera besar termasuk simpanse adalah primata yang membangun struktur.

Simpanse mulai dengan memanjat tinggi ke pohon, sering puluhan meter di atas tanah. Di sana membengkokkan cabang untuk membentuk sebuah platform melingkar menjadi kasur lembut ranting dan daun.

Fiona Stewart, bioantropolog dari University of Cambridge, dan rekannnya menghabiskan tiga tahun mengamati sarang simpanse di wilayah Issa, Tanzania barat dan melapor ke Journal of Human Evolution.

Dari 275 lokasi bersarang, seperempatnya digunakan kembali dalam waktu sembilan bulan dan setengahnya ditempati kembali setelah 18 bulan. Sebagian sarang utama cenderung membusuk dalam waktu enam bulan, sehingga simpanse sering kembali lama setelah bahan-bahan telah membusuk.

Pemeriksaan lebih dekat menunjukkan simpanse meninggalkan luka pada 79 persen situs. Beberapa cabang rusak atau robek, sementara yang lain telah membungkuk sehingga tumbuh ke arah yang baru.

Cabang juga sering disusun dalam segitiga horisontal yang bertindak sebagai pendukungan sarang. Akhirnya simpanse meninggalkan pondasi di tempat tersebut untuk dibangun pada saat mereka kembali.

Ini bukti lebih lanjut bahwa simpanse dapat merencanakan ke depan, kata Jill Pruetz, bioantropolog dari Iowa State University di Ames.

Temuan membuka jalan baru untuk studi arkeologi simpanse, selama ini arkeologi terlalu berfokus pada hewan manusia, kata Michael Haslam, arkeolog paleolitik dari University of Oxford, yang mempelajari evolusi perilaku dan budaya.

Haslam menggali alat-alat batu yang digunakan oleh monyet Capuchin di Brasil dan bertanya apakah pohon-pohon kuno mungkin menyimpan sejarah arsitektur simpanse.
  1. F.A. Stewart (Leverhulme Centre for Human Evolutionary Studies, Department of Biological Anthropology, University of Cambridge, The Henry Wellcome Building, Fitzwilliam Street, Cambridge CB2 1QH, United Kingdom) et.al. Living archaeology: Artefacts of specific nest site fidelity in wild chimpanzees. Journal of Human Evolution, 28 June 2011, DOI:10.1016/j.jhevol.2011.05.005
Fiona Stewarthttp://ugalla.ucsd.edu/people.html
Jill Pruetz http://www.anthr.iastate.edu/faculty/pruetz.html
Michael Haslam http://www.arch.ox.ac.uk/MH2.html

Video : Jane Goodall Institute's Channel http://www.youtube.com/user/JaneGoodallInstitute

Tinuku Store