Astronom Memetakan Bintang Galaksi yang Dihuni Planet Layak Huni

Tinuku
News KeSimpulan.com - Astronom melaporkan peta zona galaksi alien. Sebuah tim astronom menghitung ~1,2% zona planet habitabel yang mendukung kehidupan kompleks.

Astrobiolog telah lama membahas gagasan bahwa planet hanya dapat mendukung hidup jika ada air cair di permukaan. Ini jelas hanya mungkin jika suhu planet mirip Bumi dan pada gilirannya mensyaratkan jarak tertentu terhadap bintang host.

Perburuan planet di zona habistasi ini semakin intensif dalam beberapa tahun terakhir dengan peluncuran teleskop ruang seperti Kepler yang menemukan planet baru pada level yang dramatis.

Tetapi gagasan bahwa mungkin ada zona di dalam galaksi yang sangat kondusif untuk dihuni adalah ide baru.

Planet habitabel lebih mungkin ada di sekitar bintang di bagian-bagian tertentu galaksi. Asumsi umum mengatakan zona habitasi galaksi sekitar 30 tahun cahaya dalam diameter di sekitar pusat galaksi. Jadi planet layak huni tidak mungkin sangat dekat dengan pusat galaksi ataupun terlalu jauh.

Namun, Michael Gowanlock, astronom dari University of Hawaii di Honolulu dan rekaknnya mengungkap peta baru galaksi zona layak huni yang menunjukkan bahwa zona galaksi ini yang jauh lebih kompleks.

Para astronom secara khusus menemukan planet habitabel jauh lebih mungkin terbentuk di sekitar bintang yang mengandung unsur lebih berat dibanding helium atau hidrogen, disebut metalitas.

Bintang-bintang pertama awal alam semesta terbentuk sepenuhnya dari hidrogen dan helium, tetapi menghasilkan unsur yang lebih berat ketika kehabisan bahan bakar dan meledak.

Para bintang generasi berikutnya terbentuk dari puing-puing supernova dan memiliki tingkat metalitas lebih tinggi. Bintang-bintang ini kemudian lebih mungkin memiliki planet-planet sehingga lebih mungkin memiliki sebuah zona planet layak huni.

Tetapi masalah muncul karena supernova menghancurkan planet yang mengorbit bintang di dekatnya, terjadi peledakan atmosfer dan menghancurkan kondisi di mana kehidupan bisa berkembang. Demikian juga supernova banyak mengurangi kemungkinan kehidupan berkembang.

Namun Gowanlock mengatakan planet-planet ini sangat umum di pusat galaksi bahkan banyak lenyap oleh supernova, tetapi masih banyak yang bertahan cukup lama bagi kehidupan kompleks untuk berevolusi.

Sekitar 2,7 persen bintang di inner galaksi memiliki planet. Gowanlock mengatakan sekitar 0,25 persen bintang-bintang di galaksi harus memiliki planet layak huni. Prediksi Gowanlock ini berarti sebagian besar bintang di seluruh galaksi memiliki potensi menarik.

"Kami menghitung ~1,2% dari semua bintang host planet mungkin mendukung kehidupan kompleks di beberapa titik dalam sejarah Galaxy," kata Gowanlock. Melapor ke server arXiv.

Tetapi model Gowanlock menemukan sekitar 75 persen planet memiliki orbit terkunci di sekitar bintang host. Ini menjadi masalah karena para astrobiolog sangat sengit memperdebatkan proyeksi planet yang beradu muka dengan bintang host. Meskipun layak huni, satu sisi planet terbakar di bawah terik bintang sementara sisi lainnya membeku.

Jika prediksi Gowanlock cocok maka dalam waktu dekat kita akan menemukan banyak "Bumi alien" yang sebagian besar berorbit terkunci. Jadi pertanyaan selanjutnya apakah planet tersebut dapat mendukung kehidupan, kemungkinan akan menjadi fokus perhatian lebih banyak.

Download Laporan http://arxiv.org/abs/1107.1286
  1. Michael G. Gowanlock, David R. Patton, Sabine M. McConnell. A Model of Habitability Within the Milky Way Galaxy. arXiv:1107.1286, (Submitted on 7 Jul 2011), http://arxiv.org/abs/1107.1286
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment