Berlian Petunjuk Siklus Lempeng Tektonik Dimulai 3 Milyar Tahun Lalu

Tinuku
News KeSimpulan.com - Berlian menyimpan rahasia lahirnya lempeng tektonik dimulai 3 milyar tahun lalu atau 1,5 miliar tahun setelah planet kita lahir.

Lempeng tektonik baru terdorong sedikit demi sedikit dari kerak dan melanda segmen lama kembali ke dalam perut mantel selama ratusan juta tahun. Namun apa yang kita tidak ketahui adalah ketika semua ini berawal.

Sekarang Stephen Richardson, geolog dari University of Cape Town di Afrika Selatan, dan Steven Shirey, materiolog dari Carnegie Institution of Washington di Washington DC, mengklaim telah menemukan letak jawaban terkunci ribuan di dalam berlian kuno yang dikumpulkan dari seluruh dunia.

Berlian terbentuk di dalam mantel sebelum terdorong ke permukaan dalam letusan gunung berapi. Dalam industri perhiasan sebuah permata dianggap "cacat" karena di dalamnya terselip "kotoran" atau gumpalan kecil mineral ketika berlian tersebut terbentuk. Namun Richardson dan Shirey, melihat dengan sisi lain.

Beberapa rumpun mineral terbuat dari peridotite yaitu mineral paling umum di mantel atas sedangkan lainnya eclogite langka yang hanya terbentuk ketika batuan vulkanik di permukaan dipaksa tenggelam jauh ke dalam mantel dan hancur oleh panas dan tekanan. Jadi untuk mendapatkan eclogite, Anda perlu menemukan lempeng tektonik.

Richardson dan Shirey malakukan dating rumpun mineral dengan melihat make-up isotop dan menemukan gumpalan peridotite berkisar 2-3,5 miliar tahun, tetapi eclogite tertua adalah 3 miliar tahun. Richardson dan Shirey membuktikan lempeng tektonik tidak mungkin aktif sebelum itu. Mereka melapor ke Sceince.

"Ini argumen sangat jelas dan saya tertarik," kata Catherine McCammon, materiolog mineral dari University of Bayreuth di Jerman.

Namun, McCammon mengatakan meskipun jumlah besar batuan yang dipelajari Richardson dan Shirey mungkin ada eclogites tua yang masih bisa ditemukan.

"Kita agak dibatasi oleh apa yang diberikan alam kepada kita," kata McCammon.

Richardson mengatakan batu bergerak naik dan turun antara mantel dan kerak, didorong bersama oleh letusan. Karena batuan kerak kurang padat dibandingkan hari ini, seluruh plat tidak terjun ke mantel.

Mungkin form yang berbeda dari lempeng tektonik yang terjadi di awal Bumi, kata Kevin Burke, geolog tektonik dari University of Houston di Texas. Bumi jauh lebih panas saat itu dan panas butuh untuk melarikan diri.

"Lempeng tektonik adalah cara luar biasa efisien untuk mendapatkan panas keluar dari Bumi," kata Burke.

Jadi panas tambahan mungkin hanya mendorong naik-turun lempeng tektonik berjalan lebih cepat. Jika itu terjadi, permukaan batu tidak akan tenggelam cukup dalam untuk membentuk eclogite.
  1. Steven B. Shirey (Department of Terrestrial Magnetism, Carnegie Institution of Washington, Washington, DC 20015, USA) dan Stephen H. Richardson (Department of Geological Sciences, University of Cape Town, Rondebosch 7701, South Africa). Start of the Wilson Cycle at 3 Ga Shown by Diamonds from Subcontinental Mantle. Science, 22 July 2011: Vol.333 no.6041 pp.434-436, DOI:10.1126/science.1206275
Stephen Richardson http://web.uct.ac.za/depts/geolsci/people/staff/steve.htm
Steven Shirey http://www.dtm.ciw.edu/component/content/129?task=view
Kevin Burke http://www.geosc.uh.edu/people/faculty/kevin-burke/index.php
Catherine McCammon http://www.bgi.uni-bayreuth.de/organization/bgistaff/staffinfo.php?id=36
Tinuku Store