Genome Kentang Sudah Terbit Untuk Varietas Unggul

Tinuku
News KeSimpulan.com - Para ilmuwan mempetakan sekuens DNA kentang yang rendah hati karena rela ditumbuk, digoreng, direbus dan dipanggang setiap hari di dapur di seluruh dunia.

Sekarang, sebuah tim peneliti dari 14 negara melaporkan sekuens genom kentang dengan harapan dapat membantu petani meningkatkan ketahanan kentang terhadap penyakit dan memiliki nilai gizi makanan penting.

"Ketika datang ke makanan, tanaman kentang adalah ketiga terbesar di dunia. Sumber yang sangat penting untuk makanan pokok di seluruh dunia," kata Jeanne Jacobs dari New Zealand Institute for Plant & Food Research, melapor ke Nature.

Pada tahun 2009, 330 juta ton kentang ditanam di seluruh dunia. Memahami genom kentang dapat membantu petani mengembangkan varietas unggul. Tetapi kompleksitas genom kentang telah menghambat upaya pemuliaan. Varietas yang paling baik atau kultivar, sel masing-masing berisi empat salinan yang sangat berbeda dengan 12 kromosom.

"Secara genetis, kompleksitas menjadikannya sangat sulit untuk memilih sifat tertentu melalui pemuliaan," kata Jacobs.

Untuk mengatasi masalah ini, Potato Genome Sequencing Consortium fokus pada dua kultivar kentang dengan mengedit genom secara sederhana. Pertama tipe "fingerling" yang mewakili leluhur kentang di Amerika Selatan hanya dengan satu versi genom. Kedua adalah tipe bulat mirip dengan yang dijual di supermarket besar, tetapi dengan dua versi, bukan empat.

Analisis baru menunjukkan setidaknya kentang memiliki 39.000 gen pengkode protein dalam 12 kromosomnya. Para peneliti sekarang tahu lokasi 90 persen gen tersebut. Data juga menunjukkan bukti bagaimana perluasan keluarga gen tertentu memberi kontribusi terhadap evolusi umbi-umbian.

"Saya pikir ini sebuah prestasi besar. Mengejutkan saya karena perbedaan genetik yang kita lihat antar kultivar," kata Jacobs.

Perbedaan ini tidak hanya dalam versi gen yang berbeda pada masing-masing kentang tetapi juga variasi di dalam gen aktual yang hadir dalam kultivar yang berbeda.

"Apa yang ingin kita capai adalah kentang yang lebih tahan terhadap penyakit, butuh sedikit air untuk tumbuh serta mengandung lebih banyak vitamin dan nutrisi lainnya," kata Jacobs.

"Sekarang kita memiliki pemahaman dasar genom kentang yang dapat membantu kami memajukan pengetahuan tentang varietas yang lebih kompleks," kata Jacobs.
  1. The Potato Genome Sequencing Consortium. Genome sequence and analysis of the tuber crop potato, Nature, 10 July 2011, DOI:10.1038/nature10158
Jeanne Jacobs http://www.plantandfood.co.nz/
Potato Genome Sequencing Consortium http://www.potatogenome.net/
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment