Dokumentasi Berita Sains (2008-2013)

Homo sapiens Mendesak Homo neanderthalensis Keluar dari Eropa

News KeSimpulan.com - Kedatangan Homo sapiens membawa kecerdasan dan teknologi tinggi mendesak Homo neanderthalensis keluar dari persaingan di Eropa.

Manusia modern Neanderthal di Eropa kalah angka hampir 10 banding 1, sebuah hikayat yang memaksa kepunahan mereka 40.000 tahun lalu, demikian laporan studi dari situs arkeologi di Prancis.

Para ilmuwan telah lama berdebat apa yang menyebabkan Neanderthal punah secara "agak" tiba-tiba yang akhirnya memuluskan jalan bagi berkembangnya populasi Homo sapiens yang lebih maju pindah dari Afrika.

Sebuah analisis statistik dari artefak dan bukti dari Perigord di selatan Perancis membangkitkan teori bahwa kompetisi yang menyebabkan punahnya Neanderthal di Eropa dalam menghadapi manusia yang lebih modern dan dilaporkan ke Science

Karena analisis genom Neanderthal mengungkap bukti pertama bahwa sepupu kita punah karena kawin dengan manusia modern, para ilmuwan merumuskan nasib Neanderthal lebih baik.

Misalnya, immunolog mengisyaratkan manusia modern dapat bertahan di wilayah Neanderthal hanya karena mereka dibesarkan dengan populasi setempat dan mendapat gen yang dibutuhkan untuk melawan penyakit. Matematikawan mengusulkan beberapa populasi Neanderthal menghilang bukan karena persaingan dengan spesies yang unggul tetapi karena percampuran random gen.

"Ada beberapa bukti Neanderthal dan Homo sapiens kawin, tapi kemungkinan besar terjadi 100.000 tahun yang lalu, mungkin di Timur Tengah. Manusia modern menyapu Eropa kemudian, sekitar 40.000 tahun lalu dan tidak ada bukti kawin silang kemudian," Paul Mellars, evolusionaris dari University of Cambridge.

Mellars mengumpulkan database komprehensif dari semua situs Neanderthal dan H. sapiens di wilayah 75.000 kilometer persegi Pierre-Yves Demars. Tiga budaya prasejarah dan periode waktu: Mousterian Akhir (55.000 sampai 44.000 tahun lalu) terkait dengan Neanderthal, Châtelperronian (44.000 sampai 40.250 tahun lalu) juga terkait dengan Neanderthal, dan Aurignacian (40.250 sampai 35.000 tahun lalu) terkait dengan H. sapiens.

Homo sapiens juga cenderung memiliki jaringan sosial yang lebih rumit dan mungkin kecerdasan lebih tajam, teknologi tinggi sebagaimana dibuktikan oleh alat-alat batu, perhiasan dan karya seni ditinggalkan jauh lebih maju dari Neanderthal.

Kedatangan Homo sapiens dalam jumlah besar memaksa Neanderthal keluar dari kebiasaan pemukiman mereka dan ke tempat-tempat di mana makanan dan tempat tinggal lebih sulit ditemukan, kata Mellars.

"Jelas berbagai inovasi teknologi dan perilaku baru yang memungkinkan populasi manusia modern menyerang dan bertahan dalam jumlah jauh lebih besar daripada Neanderthal sebelumnya di seluruh Eropa. Dihadapkan dengan kompetisi, Neanderthal tampaknya mundur ke wilayah yang lebih marjinal," kata Mellars.

Jejak terakhir Neanderthal yang selamat di benua tersebut ditemukan di gua-gua di Spanyol dan Gibraltar. Mellars menunjukkan pukulan kematian final mungkin telah disampaikan oleh snap dingin yang dahsyat, sebuah teori yang diperdebatkan para ilmuwan.

"Kepunahan Neanderthal mungkin telah dipercepat lebih lanjut dengan bencana iklim mendadak di seluruh benua sekitar 40.000 tahun yang lalu," kata Mellars.

Chris Stringer, paleoantropolog di Natural History Museum di London, menyebut studi adalah "tes paling komprehensif untuk hipotesis" manusia modern datang melebihi jumlah Neanderthal di Eropa. Jean-Pierre Bocquet-Appel, paleodemografer dari CNRS di Paris, sependapat bahwa tiga proxy populasi dapat diperlakukan sebagai variabel independen dan dengan demikian dapat digabung bersama-sama.
  1. Paul Mellars dan Jennifer C. French (Tenfold Population Increase in Western Europe at the Neandertal–to–Modern Human Transition). Science, 29 July 2011: Vol.333 no.6042 pp.623-627, DOI: 10.1126/science.1206930
Paul Mellars http://www.arch.cam.ac.uk/~pam/
Jean-Pierre Bocquet-Appel http://www.evolhum.cnrs.fr/bocquet/bocq_eng.htm
Chris Stringer http://www.nhm.ac.uk/research-curation/staff-directory/palaeontology/c-stringer/index.html

Artikel Lainnya: