Kura-kura Harus Duduk di Cabang Pohon Kehidupan Bersama Kadal

Tinuku
News KeSimpulan.com - Kura-kura mengevolusi cangkang. Ikhlas atau tidak ikhlas, kadal harus menerima kura-kura duduk bersama di cabang pohon kehidupan.

Sebuah analisis genetik mungkin bisa menjernihkan misteri lama asal-usul kura-kura. Palaeontolog telah lama menggunakan data morfologi dengan mencermati karakteristik fisik fosil dan kerabat untuk menunjukkan hubungan evolusi spesies yang berbeda.

Bagaimanapun, perbandingan genetik menjadi penting. Tapi molekul dan fosil tidak selalu setuju dan telah memberi kebingungan bagi kura-kura. Sebuah studi genetik dilaporkan ke Biology Letters menempatkan reptil pada tempatnya.

Kura-kura telah lama bermasalah karena mereka begitu berbeda dari reptil lainnya. Semua tengkorak Diapsida memiliki dua lubang disebut temporal fenestrae yang membawa otot-otot menempel pada rahang.

Menurut catatan fosil, kura-kura pertama kali muncul pada periode Triassic sekitar 230 juta tahun lalu. Krusial bahwa kurangnya temporal fenestrae menunjukkan mereka adalah kerabat reptil yang lebih primitif yaitu pra diapsids. Akibatnya, tersisih dalam clade mereka sendiri, suatu tempat antara amfibi dan reptil lainnya.

Namun, ada dua kemungkinan lain. Salah satunya kura-kura lebih terkait erat dengan burung dan buaya daripada kadal. Sebagian besar studi genetik sejauh ini mendukung. Kemungkinan lainnya mereka jauh lebih terkait erat dengan kadal dan ular sebagai keluarga satu nenek moyang yang lebih baru sisa diapsid clade.

Sekarang analisis genetik kura-kura, kadal dan alligator mendukung hipotesis yang terakhir bahwa nenek moyang kura-kura pernah memiliki fenestrae temporal dalam tengkorak tetapi menghilang dalam evolusi.

"Apa yang mampu kami berikan bahwa bukti tidak ambigu untuk satu hipotesis atas yang lain," kata Kevin Peterson, palaeobiolog molekuler dari Dartmouth College di Hanover, New Hampshire.

Studi menggunakan microRNAs, molekul pendek regulasi genetik yang ditemukan dalam sel. Sangat berguna untuk memecahkan teka-teki filogenetik meskipun microRNAs tambahan dapat berkembang selama jutaan tahun evolusi.

MicroRNAs telah digunakan untuk menentukan hubungan filogenetik satu dengan yang lain secara handal. Studi ini meyakinkan terutama hipotesis yang ada juga didukung oleh data morfologi.

"Selama bertahun-tahun seperti yang sudah kita coba untuk merekonstruksi pohon kehidupan ke sana kemari antara anatomi dan fosil di satu sisi dan molekul di sisi lain," kata Mike Benton, paleontolog dari University of Bristol, Inggris.

Kura-kura menjadi pertama kalinya memiliki data anatomi dan molekul selaras. Jadi sekarang kita tidak perlu bingung lagi mengenai asal-usul dan dari mana kura-kura datang.
  1. Tyler R. Lyson (Department of Geology and Geophysics, Yale University, 210 Whitney Avenue, New Haven, CT 06511, USA), et.al. MicroRNAs support a turtle + lizard clade. Biology Letters, July 20, 2011, DOI:10.1098/rsbl.2011.0477
Kevin Peterson http://www.dartmouth.edu/~peterson/
Mike Benton http://www.gly.bris.ac.uk/people/mjb.html
Tinuku Store