Mengkoreksi Memori Pertama Hampir Mustahil Dilakukan

Tinuku
News KeSimpulan.com - Kesan pertama begitu menggoda. Informasi yang salah pada memori tidak dapat sepenuhnya dihilangkan bahkan setelah dikoreksi beberapa kali.

Ullrich Ecker, psikolog dari University of Western Australia, dan rekannya melaporkan temuan ke Psychonomic Bulletin and Review tentang efek yang dikenal sebagai 'continued influence effect of misinformation' terjadi bahkan jika pencabutan itu sendiri dipahami, diyakini, dan diingat.

Sebuah eksperimen yang dibangun atas penelitian sebelumnya, para peneliti memanipulasi kekuatan dari dua informasi dan kemudian retraksi. Pengulangan digunakan untuk menyandikan informasi yang keliru lebih kuat tersebut.

Ketika kognitif loading, perhatian terbagi antara dua tujuan yang digunakan untuk melemahkan atau mencairkan pesan. Lebih dari 160 sarjana direkrut dan secara random ditempatkan dalam kelompok eksperimen sekitar 20 orang. Mereka diberi sebuah laporan berita tentang kebakaran gudang.

Awalnya, api dilaporkan disebabkan oleh bahan yang mudah menguap telah lalai disimpan di lemari, namun laporan penyidikan selanjutnya menyatakan bahwa lemari tersebut kosong. Informasi kedua ditujukan untuk mengkoreksi informasi pertama yang salah.

"Beberapa diberikan tugas lain untuk sedikit mengalihkan perhatian mereka dan kemudian kami memberi mereka kuesioner yang memeriksa memori dasar apa yang mereka baca," kata Ecker.

"Mereka kemudian diuji dengan pertanyaan inferensi yang menargetkan bagian dari peristiwa yang mereka baca dan dijawab dengan menggunakan informasi yang keliru tersebut," kata Ecker.

Seperti yang diprediksi, tim menemukan retraksi yang kuat efektif dalam mengurangi efek terkait dengan pengkodean kesalahan informasi yang kuat, tetapi mereka gagal untuk menghilangkan bahkan ketika informasi yang keliru tersebut dikodekan lemah.

"Meskipun segala upaya terbaik dilakukan untuk mengoreksi informasi yang keliru tidak dapat sepenuhnya dihilangkan," kata Ecker.

Menurut Ecker, ada dua mis-informasi yaitu bermotif menyesatkan (misalnya tujuan kebohongan dan propaganda) dan mis-informasi yang tidak didasari motif.

Mis-informasi tanpa didasari motif termasuk acara berita atau investigasi kejahatan yang terungkap ketika informasi datang secara sedikit demi sedikit memerlukan koreksi di masa depan. Keduanya tunduk pada pengaruh efek lanjutan.

"Jika Anda dapat menanamkan informasi salah pada hakim di tempat pertama maka mereka cenderung mengabaikan informasi benar yang datang berikutnya," kata Ecker.

Ecker juga mempelajari sejumlah faktor lain seperti keyakinan kuat dipegang (pandangan dunia) dan efek emosi. Sementara emosi ditemukan tidak berpengaruh signifikan, seseorang dengan pendapat yang kuat tidak mungkin untuk mengubahnya.

"Jika Anda percaya pada sesuatu yang kuat dan itu benar-benar penting bagi Anda sebagai pribadi [pandangan Anda], Anda akan berpegang teguh sampai kapan pun bahkan dalam menghadapi bukti ilmiah," kata Ecker.
  1. Ullrich K. H. Ecker (School of Psychology, University of Western Australia, Crawley, WA 6009, Australia) et.al. Correcting false information in memory: Manipulating the strength of misinformation encoding and its retraction. Psychonomic Bulletin and Review, Volume 18, Number 3, 570-578, DOI:10.3758/s13423-011-0065-1
Ullrich Ecker http://www.uwa.edu.au/people/ullrich.ecker
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment