Seks Alternatif Gajah Laut Mirounga leonina Dalam Sistem Kawin Poligini

Tinuku
News KeSimpulan.com – Kawin lari adalah alternatif dari berbagai pilihan. Gajah laut (Mirounga leonina) perempuan menjauhi pantai dan menjalin cinta diam-diam dengan pria pujaan.

Gajah laut (Mirounga leonina) terkenal dengan sistem perkawinan kasar di mana laki-laki iri memelihara harem perempuan dengan merampas dalam pertempuran berdarah.

Para master pantai yang menang memiliki hak eksklusif untuk mengawini perempuan dan ringan tangan jika perempuan tersebut tidak mau diajak kawin. Sistem ini sering disebut sebagai contoh buku teks poligini kerajaan hewan, tapi sebuah studi baru menunjukkan realitas yang lebih kompleks.

Gajah laut perempuan sering menjauhi pantai selama musim kawin, mendekat ke laut dan menjalin cinta diam-diam dengan pria pujaannnya.

Gajah laut selatan mendiami pantai sub-Antartika hanya dua kali setahun, sekali untuk pesiar dan sekali untuk kawin. Selama kawin musim semi, laki-laki datang lebih awal untuk mengintai wilayah.

Perempuan kembali ke pantai di mana mereka dilahirkan untuk beberapa minggu kemudian dan melahirkan anak. Setelah anak disapih, kesempatan para laki-laki kawin dengan puluhan atau bahkan ratusan perempuan dalam domain mereka.

Bagi beberapa master pantai, sistem ini jelas memiliki keuntungan evolusioner bahwa masing-masing mendapat kesempatan kawin dengan banyak perempuan. Sedangkan bagi perempuan, para peneliti menduga, kesempatan untuk kawin dengan laki-laki primo membuat mereka kembali setia pada koloni setiap tahun.

Tapi ada satu masalah. Ketika perempuan beranjak remaja pada usia 3 atau 4 tahun, mereka jelas dikandung di luar sistem harem. Para peneliti sebelumnya mencatat mereka seumur hidup terikat sebagai harem, kata Nico de Bruyn, ekolog mamalia laut dari University of Pretoria di Afrika Selatan.

"Fokusnya selalu terjadi, satu sisi laki-laki berfokus melihat sistem perkawinan poligini," kata Bruyn.

Untuk melihat apakah eksploitasi segel perawan mungkin lebih dari sekedar celah dalam sistem harem, de Bruyn membuka lagi data ekstensif oleh Marthan Bester dari University of Pretoria.

Selama 28 tahun, para peneliti memantau hati-hati Mirounga leonina berkembang biak di Marion Island, titik peraduan vulkanik antara Antartika dan Afrika Selatan. Analisis data 25 tahun perempuan yang lahir di sana antara tahun 1983 hingga 1997, tim menemukan lebih dari setengah Mirounga leonina berulang kali gagal muncul saat musim berkembang biak.

Namun mereka sering kembali setahun setelah istirahat melahirkan, sehingga para remaja dibesarkan di tempat lain, mungkin dengan laki-laki totem yang lebih rendah dari para master pantai.

Ketika tim melihat data tag satelit yang dilekatkan pada 53 perempuan. Dua dari mereka melewatkan musim kawin di Pulau Marion, lalu muncul hamil pada tahun berikutnya. Mereka besar di laut.

"Para perempuan punya pilihan nyata di sini. Mereka menerapkan nonpolygynous alternate mating strategy yang benar-benar membuka mata kita untuk mempelajari seluruh poligini pada mamalia dan vertebrata lainnya," kata de Bruyn melapor ke Animal Behaviour.

Studi pada spesies lain seperti kuda menyarankan poligini memang mungkin bermanfaat bagi perempuan, bukan dengan laki-laki terkuat, namun dengan memberikan keselamatan dalam melawan agresi laki-laki dan pelecehan, kata de Bruyn.

Tim memperkirakan Mirounga leonina perempuan terdorong ke Pulau Marion terutama oleh kebutuhan untuk melahirkan di darat. Sesampai di sana, bergabung dengan sistem harem yang dapat mengurangi peluang mereka cedera atau kematian dari laki-laki yang jatuh cinta.

Tentu saja, laki-laki yang lebih kecil tanpa harapan banyak berkembang biak di darat juga mendapat manfaat dari kawin alternatif di laut yang menjelaskan mengapa sampai 75% pria dewasa melewatkan koloni setiap tahun seperti dalam studi sebelumnya.

"Studi ini pada akhirnya menegaskan apa yang telah kita duga kadang-kadang gajah selatan menjalin segel perkawinan di laut," kata Rus Hoelzel, bioevolusionaris dari Durham University di Inggris.

Meskipun berapa banyak harem ekstra saling sikut menyikut masih memerlukan pelacakan data dan tambahan genetik. Hoelzel yang telah mempelajari gajah laut dengan de Bruyn pada proyek studi terpisah menunjukkan harem terestrial tetap dominan dalam sistem perkembangbiakan Mirounga leonina dan jelas memiliki keuntungan evolusioner untuk kedua jenis kelamin.
  1. P.J.N. de Bruyn (Mammal Research Institute, Department of Zoology & Entomology, University of Pretoria, South Africa) et.al. Sex at sea: alternative mating system in an extremely polygynous mammal. Animal Behaviour, 7 July 2011, DOI:10.1016/j.anbehav.2011.06.006
Nico de Bruyn http://www.up.ac.za/zoology/staff.php?person=217
Rus Hoelzel http://www.dur.ac.uk/a.r.hoelzel/megwebpage1.htm
Tinuku Store