Tikus Rumah Mencuri Gen Untuk Melawan Racun Warfarin

Tinuku
News KeSimpulan.com - Tikus 'bajingan' mencuri gen tahan racun. Kata 'bajingan' jarang sebagai pujian. Tetapi sekarang para ilmuwan melihat perlawanan tikus

Mengejutkan, kawin silang telah membantu tikus bertahan hidup dari keracunan warfarin yang gencar digunakan pertengahan abad lalu. Berbagai populasi tikus muncul dengan kemampuan bertahan hidup dalam paparan.

Michael Kohn, bioevolusionaris dari Rice University di Houston, Texas, menemukan tikus rumah (Mus musculus domesticus) di Jerman dan Spanyol melakukan perlawanan dari versi alternatif gen kunci berasal dari spesies yang sama sekali berbeda.

Melalui hibridisasi, Mus musculus domesticus kawin dengan tikus Aljazair (Mus spretus), spesies yang meluas ke Iberia dan Perancis selatan. Meskipun dua tikus tumpang tindih di beberapa bagian Afrika dan Eropa, pasangan interspesifik tidak dapat menghasilkan banyak keturunan reproduktif sukses dan steril.

Namun kekuatan evolusi atas penggunaan racun memacu genetika resistensi yang dipinjam dari tikus Aljazair untuk diadopsi ke Mus musculus domesticus.

Hibridisasi telah lama dikenal berperan dalam evolusi tanaman, bahkan bakteri dapat bertukar gen pengkode resistensi antibiotik dan sifat-sifat lainnya dengan anggota spesies lain.

"Tapi pada hewan, hibrida biasanya terlihat buruk," kata Diethard Tautz, Direktur Max Planck Institute for Evolutionary Biology di Plön, Jerman.

Warfarin menghambat protein VKOR yang penting untuk daur ulang vitamin K, komponen penting dalam pembekuan darah. Tapi pada awal tahun 1964, laporan menyatakan tikus resisten. Kohn menyadari ini bukan keseluruhan cerita ketika Mus musculus domesticus di Jerman dan Spanyol dengan resistensi rodentisida ternyata memiliki tanda tangan genetik.

"Ini tidak terlihat seperti tikus rumah sama sekali. Pada awalnya kami pikir mungkin ada kesalahan," kata Kohn.

Studi genetik lebih rinci menunjukkan tikus rumah membawa sebagian besar DNA Mus spretus yang diketahui secara alami tahan terhadap warfarin pada kromosom 7.

Di Spanyol di mana Mus musculus dan Mus spretus hidup berdampingan, 27 dari 29 Mus musculus yang diuji membawa versi gen VKOR resisten warfarin secara keseluruh atau bagian gen dari Mus spretus. Di Jerman, Mus spretus tidak begitu nyata yang menunjukkan tanda tangan pada 16 dari 50 Mus musculus.

Tim termasuk dua peneliti dari Bayer CropScience, produsen warfarin, mengatakan tikus mengakuisisi gen resistensi dengan mengangkat grosir dari Mus spretus, para peneliti melapor ke Current Biology.

"Kami melihat penghapusan dua spesies 1.500.000-3.000.000 tahun," kata Kohn.

Tikus rumah berturut-turut kehilangan sebagian besar DNA asing kecuali untuk sepotong DNA perlawanan. Studi ini menunjukkan peran hibridisasi dalam evolusi hewan yang selama ini diremehkan, kata Tautz. Jerry Coyne, bioevolusionaris dari University of Chicago di Illinois, sependapat laporan ini penting.

"Dokumentasi sangat baik dan menunjukkan hibridisasi merupakan salah satu mekanisme lebih dimana variasi muncul kemudian bertindak atas seleksi alam," kata Coyne.

Tetapi karena hibridisasi telah banyak memiliki konsekuensi negatif, Coyne percaya tidak mungkin menjadi mekanisme penting dalam evolusi hewan.

"Ini berita besar karena sangat jarang," kata Coyne.
  1. Ying Song (Department of Ecology and Evolutionary Biology, Rice University, Houston, TX 77005, USA) et.al. Adaptive Introgression of Anticoagulant Rodent Poison Resistance by Hybridization between Old World Mice. Current Biology, 21 July 2011, DOI:10.1016/j.cub.2011.06.043
Michael Kohn http://www.ruf.rice.edu/~hmkohn/MKohn.html
Diethard Tautz http://www.evolbio.mpg.de/
Jerry Coyne http://news.uchicago.edu/profile/jerry-coyne
Tinuku Store