Unsur Langka Ditemukan Berlimpah di Dasar Samudera

Tinuku
News KeSimpulan.com - Unsur langka berlimpah dalam sedimen laut. Di dasar samudera secara berlimpah menyimpan mineral langka mulai bahan ponsel hingga mobil hibrida.

Berbagai logam ekonomi penting bisa ditambang dari laut dalam. Lumpur di dasar Samudra Pasifik mengandung konsentrasi mengejutkan unsur langka, 17 bahan kimia dengan nama-nama eksotis seperti neodymium dan europium yang penting untuk teknologi mulai dari ponsel hingga lampu neon dan turbin angin.

Debu panas dari lubang hidrotermal menarik material dari air laut dan menaruhnya di dasar sedikit demi sedikit selama puluhan juta tahun.

Satu patch persegi lumpur kaya logam selebar 2.3 kilometer mungkin cukup mengandung unsur untuk memenuhi sebagian permintaan global selama setahun.

"Saya percaya Bumi bawah laut menyimpan sumber daya jauh lebih menjanjikan daripada di darat," kata Yasuhiro Kato, geolog dari University of Tokyo melapor ke Nature Geoscience.

Lebih dari 97 persen elemen langka Bumi dunia berasal dari tambang di China yang membatasi ekspor dalam beberapa tahun terakhir. Dengan harga meroket, dikhawatirkan kekurangan suplai terutama Jepang yang tidak memiliki deposit mineral.

Tim Kato menganalisis core dasar laut yang diambil dari 78 situs di seluruh Samudra Pasifik dari Hawaii hingga Pasifik tenggara, konsentrasi unsur langka sebanding dengan tanah liat yang ditambang di Cina. Beberapa deposit mengandung dua kali lebih banyak unsur seperti dysprosium, komponen magnet untuk motor mobil hibrida.

"Unsur berat yang langka cenderung berharga mahal karena kelangkaan mereka," kata Alex King, direktur U.S. Department of Energy’s Ames Laboratory di Iowa.

Pertambangan laut adalah ide lama tetapi belum terwujud dalam menghadapi biaya tinggi dan masalah lingkungan. Ditemukan beberapa dekade lalu, potongan mangan di dasar laut dan deposit logam seperti seng dan tembaga di Laut Merah telah terbukti tidak praktis untuk ditambang.

"Saya tidak mengerti bagaimana hal ini dapat diharapkan secara ekonomis untuk mengganti unusr Bumi yang langka," kata Daniel Cordier, minerolog dari U.S. Geological Survey’s National Minerals Information Center di Reston, Va.
  1. Yasuhiro Kato (Department of Systems Innovation, The University of Tokyo, 7-3-1 Hongo, Bunkyo-ku, Tokyo 113-8656, Japan). Deep-sea mud in the Pacific Ocean as a potential resource for rare-earth elements. Nature Geoscience, 03 July 2011, DOI:10.1038/ngeo1185
Yasuhiro Kato http://egeo1.geosys.t.u-tokyo.ac.jp/kato/
Alex King http://www.ameslab.gov
Daniel Cordier http://minerals.usgs.gov/minerals/
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment