Bunga Marcgravia Evenia Mengevolusi Daun Untuk Gema Kelelawar

Tinuku
News KeSimpulan.com - Bunga Kuba bergantung pada sinyal kelelawar untuk bertahan hidup. Bunga Kuba Marcgravia Evenia mengevolusi daun untuk gema kelelawar.

Di hutan hujan Kuba tumbuh bunga dengan versi sendiri yaitu sebuah perangkat yang sangat penting untuk kelangsungan hidup bunga. Daun anggur hutan hujan Marcgravia Evenia memiliki anatomi yang tidak biasa.

Daun berbentuk cakram tergantung di atas cincin bunga, di bagian bawah yang menggantung berbentuk cangkir nectaries. Pada penampang, disk daun terlihat seperti reflektor parabola sedangkan daun tanaman lain jauh lebih datar.

"Ketika saya melihat tanaman ini saya menduga ini mungkin adaptasi. Kami melihat kelelawar gila menjilat nektar," kata Ralph Simon, ekolog dari University of Ulm di Jerman.

Menggunakan kombinasi mikrofon loudspeaker, Simon dan rekannya memainkan suara dan menganalisis gema yang diproduksi. Hasilnya perbedaan mencolok sifat-sifat akustik anatra daun berbentuk cakram dan daun datar biasa.

Daun biasa menghasilkan gema kuat ketika menghadap ke mikrofon loudspeaker tetapi kekuatan sinyal turun dan tanda tangan akustik berubah dimana mikrofon loudspeaker berputar ke posisi tepi daun. Sedangkan sinyal dari daun berbentuk cakram tetap kuat dan dengan posisi mikrofon loudspeaker ditempatkan dimana saja dalam sebuah busur derajat 80 di depan daun.

Simon menduga perhitungan sinyal gema daun berbentuk cakram mungkin membantu kelelawar menemukan bunga secara acak dan berdasarkan variabel latar belakang gema hutan hujan.

"Daun berbentuk disk memiliki tanda tangan konstan dari segala arah. Anda mendapatkan gema yang sama. Ini sangat mencolok bagi kelelawar," kata Simon melapor ke Science.

Untuk menguji, Simon membawa 3 kelelawar Glossophaga soricina untuk mencari pengumpan selebar 2,5 cm (seukuran nektari tunggal) dalam ruang yang penuh dengan dedaunan buatan.

Simon mengatakan bentuk disk membuat daun kurang efisien dalam fotosintesis namun manfaat untuk menarik kelelawar menjadi biaya yang efesien. Kelelawar adalah penyerbuk yang baik dan mengambil serbuk sari untuk reproduksi tanaman yang berlokasi jauh terpisah satu sama lain.

"Sebuah suar ultrasonik merupakan hal yang luar biasa efektif, ini prinsip yang sama digunakan bandara untuk membimbing pesawat mendarat," kata Brock Fenton, ekolog kelelawar dari University of Western Ontario di London, Kanada.

Mengingat ada beberapa ratus spesies kelelawar penyerbuk bunga di Amerika Tengah dan Selatan, serta 40 spesies kelelawar yang sangat diadaptaf sebagai pengumpan nektar, Simon berharap menemukan bentuk sinyal yang lebih aneh untuk kelelawar.

"Tanaman jelas mengeksploitasi kelelawar. Ada permata kecil yang menunggu di luar sana untuk dikejar," kata Fenton.
  1. Ralph Simon (Institute of Experimental Ecology, University of Ulm, Albert Einstein Allee 11, D 89069 Ulm, Germany) et.al. Floral Acoustics: Conspicuous Echoes of a Dish-Shaped Leaf Attract Bat Pollinators. Science, 29 July 2011: Vol.333 no.6042 pp.631-633, DOI:10.1126/science.1204210
Ralph Simon http://www.uni-ulm.de/nawi/bio3/kalko/staff/dr-ralph-simon.html
Brock Fenton http://www.uwo.ca/biology/Faculty/fenton/

Gambar : Ralph Simon/Science
Tinuku Store