Dinosaurus Protoceratops Terbaring Bersama Jejak Kaki di Mongolia

Tinuku
News KeSimpulan.com - Gajah mati meninggalkan gading, dinosaurus mati meninggalkan fosil dan jejak kaki. Paleontolog melaporkan dinosaurus terbaring di atas jejaknya.

Fosil berdating 80 juta tahun di Mongolia yang mengejutkan yaitu Protoceratops meninggal di jejak sendiri. Karena hewan jarang memfosil bersama dengan jejaknya, temuan ini menunjukkan bagaimana dinosaurus dan hewan punah lainnya berperilaku ketika masih hidup.

Invertebrata merupakan pengecualian, fosil bercangkang keras seperti kepiting tapal kuda dan trilobita ditemukan di bersama jejak kaki yang cocok karena pengendapan sedimen tunggal melestarikan fitur cangkang dan jejak secara bersama sebelum terkubur.

Peristiwa semacam ini sangat langka bagi vertebrata darat karena tulang dan jejak jarang dilestarikan di formasi batuan yang sama. Mencocokkan kerangka dengan jejak kaki semakin rumit karena jejak tercetak di bantalan lunak menutupi tulang kaki yang tidak memfosil. Kenyataan kaki sering hilang dari kerangka yang terawetkan.

Palaeontolog mengatasi masalah ini dengan memberi nama spesies terpisah untuk jejak kaki dan kerangka. Jejak kaki dikenal sebagai ichnospesie. Sering ichnolog dapat mengidentifikasi jenis hewan yang membuat jejak dan kadang-kadang dapat membuat prediksi masuk akal pada spesies.

Misalnya, spesies dinosaurus raksasa predator Tyrannosaurus rex memiliki jejak kaki besar khas tiga jari. Jadi jika jejak raksasa tiga jari muncul ditemukan di daerah yang telah ditemukan fosil T. rex maka logis untuk menghubungkan keduanya. Tapi peristiwa ini sangat jarang.

Grzegorz Niedźwiedzki, paleontolog dari University of Warsaw di Warsawa, menyebut temuan Protoceratops pemakan tanaman yang mati bersama jejaknya di Mongolia sebagai "ichnologi vertebrata suci". Sebuah tim paleontolog gabungan Polandia dan Mongolia mengumpulkan lempengan berisi kerangka ini dari gurun Gobi pada tahun 1965.

Setelah 45 tahun kemudian, ketika Niedźwiedzki sedang menyiapkan fosil untuk pemeriksaan lebih rinci, mereka menemukan sebuah fitur panggul. Bentuk dan ukuran cocok dengan fitur empat ujung kaki belakang dinosaurus dan melapor ke Cretaceous Research.

Panjang Protoceratops sekitar 1,6 hingga 1,8 meter berada di antara dinosaurus paling umum di Mongolia pada saat itu, namun jejak kaki belum ditemukan sebelumnya. Niedźwiedzki mengatakan tidak menemukan jejak lain di spesimen, tapi jejak kaki lain mungkin ada di belakang formasi batuan di Mongolia.
  1. Grzegorz Niedźwiedzki (Department of Paleobiology and Evolution, University of Warsaw, ul. Stefana Banacha 2, PL-02-097 Warszawa, Poland and Institute of Paleobiology, Polish Academy of Sciences, Twarda 51/55, PL-00-818 Warszawa, Poland) et.al. A protoceratopsid skeleton with an associated track from the Upper Cretaceous of Mongolia. Cretaceous Research, 30 July 2011, DOI:10.1016/j.cretres.2011.07.001
Grzegorz Niedźwiedzki http://www.biol.uw.edu.pl/ewolucja/ludzie/niedzwiedzki.html

Gambar : Grzegorz Niedźwiedzki
Tinuku Store