Juramaia sinensis Leluhur Mamalia Plasenta Paling Awal

Tinuku
News KeSimpulan.com - Leluhur tertua dari semua mamalia pada hari di China. "Jurassic mother from China" (Juramaia sinensis) fosil leluhur spesies plasenta paling awal.

Kembali ke Jurassic Akhir 160 juta tahun lalu kita relatif dekat dan tampak seperti tikus kesturi. Sebuah kebenaran evolusi dari temuan fosil baru paling awal untuk kita mamalia serta banyak spesies mamalia lain.

Selama regim dinosaurus Jurassic berkuasa, nenek moyang kita bertiarap di sudut-sudut gelap Mesozoikum. Mamalia hidup dibagi menjadi tiga subkelompok yaitu telur monotremes, marsupial berkantung, serta paling beragam yaitu mamalia plasenta yang segala sesuatu genus manusia, kelelawar hingga ikan paus.

Setiap kelompok berbeda pada waktu berbeda dan menentukan kapan plasental marsupial memisahkan diri satu sama lain telah lama manjadi misteri. Temuan fosil baru merujuk Cretaceous sekitar 125 juta tahun lalu, sedangkan estimasi perbedaan genetik di antara mamalia hidup menunjukkan percabangan terjadi bahkan lebih awal.

Sekarang kerangka parsial mamalia kecil dilaporkan ke Nature melihat kembali tanggal divergensi 30 juta hingga 160 juta tahun lalu. Ditemukan terbaring di Liaoning, Cina, mamalia kecil baru dinamakai Juramaia sinensis atau "Ibu Jurassic dari China".

Juramaia milik sekelompok mamalia disebut eutherians, garis keturunan mencakup mamalia plasenta dan leluhurnya. Beratnya hanya sekitar 15 gram mungkin mamalia pemakan serangga. Dari ujung moncong sampai tengah punggung menunjukkan mungkin pemanjat terampil yang bergegas memanjat pohon.

Zhe-Xi Luo, paleontolog di Carnegie Museum of Natural History di Pittsburgh, Pennsylvania mengatakan karakteristik khas eutherian karena jumlah molar dan premolar pada rahang, susunan cusp gigi, serta karakteristik lengan dan pergelangan tangan.

Karakteristik ini menunjukkan bahwa leluhur mamalia berkantung disebut metatherians dan mamalia plasenta bercabang lebih awal 160 juta tahun.

"Ini meletakkan tonggak evolusi penting asal usul mamalia plasenta karena mereka melahirkan lebih dari 90% semua mamalia hidup," kata Luo.

John Hunter, biopaleontolog dari Ohio State University di Newark, sependapat bahwa Juramaia menambah resolusi munculnya eutherian leluhur kita.

"160 juta tahun lalu, Juramaia adalah eutherian tertua, lebih tua dari pemegang rekor sebelumnya Eomaia sekitar 35 juta tahun," kata Hunter.

Juramaia memiliki aturan gigi disebut "echelon shear" yang menegaskan sebagai eutherian awal. Temuan juga dapat membantu paleontolog mamalia mencari marsupial awal dan leluhur mereka.

"Bukti langsung kehadiran eutherians 160 juta tahun lalu secara tidak langsung memberi metatherians bukti harus sudah ada pada waktu yang sama meskipun kita belum memiliki fosil mereka," kata Hunter.

Robert Asher, kurator di University of Cambridge's Museum of Zoology, mengatakan Luo dan timnya menganalisis dengan baik, tetapi sangat sulit pada titik ini mamalia pohon identifikasi sebagai anggota awal kelompok-kelompok yang sangat beragam.

"Salah satu hipotesis alternatif Juramaia merupakan leluhur dekat marsupial dan plasental, tapi bukan eutherian atau metatherian. Itu akan meninggalkan rekor eutherian sebelumnya dan kalibrasi dating 125 juta tahun lalu utuh," kata Asyer.
  1. Zhe-Xi Luo (Carnegie Museum of Natural History, Pittsburgh, Pennsylvania 15213, USA) et.al. A Jurassic eutherian mammal and divergence of marsupials and placentals. Nature, 476, 442-445, 24 August 2011, DOI:10.1038/nature10291
Zhe-Xi Luo http://www.carnegiemnh.org/vp/luo.html
Robert Asher http://www.zoo.cam.ac.uk/zoostaff/Asher.htm
John Hunter http://newark.osu.edu/facultystaff/personal/jhunter/Pages/index.aspx

Gambar : Mark A. Klingler/Carnegie Museum of Natural History
Tinuku Store