Lonjakan Jumlah Penduduk 2011 Sundul Angka 7 Miliar

Tinuku
News KeSimpulan.com - Lonjakan penduduk menyundul langit. Populasi dunia mengelembung 7 miliar tahun ini dan demografer percaya peningkatan berlipat di abad berikutnya.

Proyeksi terbaru PBB untuk tahun 2100, kita menyentuh angka 10 miliar. Angka telah memicu kekhawatiran bagaimana berdampak untuk dunia. Juga pertanyaan apakah planet ini bisa mencukupi kebutuhan manusia.

Secara keseluruhan, tingkat penambahan cepat penduduk yang terjadi pada hari ini dianggap sebagai hal yang tidak baik, kata John Bongaarts, demografer dari Population Council di New York City.

Di beberapa wilayah Afrika, misalnya, populasi dua kali lipat setiap 20 tahun sehingga mustahil orang-orang di sana memenuhi permintaan perumahan, jalan, sekolah dan klinik kesehatan. Berbagai isu menyarankan kebutuhan global program keluarga berencana dan menyediakan pendidikan.

"Setiap miliar orang yang kita tambahkan ke planet membuat hidup lebih sulit dan lebih banyak kerusakan lingkungan. Bisakah kita mendukung 10 miliar orang? Mungkin, tapi akan lebih baik dengan populasi yang lebih kecil," kata Bongaarts.

Memperbanyak orang di planet ini tidak selalu meledak-ledak. Pertumbuhan mulai semakin cepat dengan industrialisasi sekitar tahun 1750, kata Ron Lee, demografer dan ekonom dari University of California di Berkeley.

Pada tahun 1800, populasi global mencapai 1 miliar untuk pertama kalinya. Butuh waktu 125 tahun untuk mencapai 2 miliar. Setelah itu, meskipun angka naik 3 juta hingga 7 juta hanya dalam 50 tahun terakhir, tingkat pertumbuhan mencapai puncak 2 persen per tahun di pertengahan 1960-an, sebelum menurun ke tingkat pertumbuhan tahunan saat ini 1,1 persen.

Tidak ada yang bisa memprediksi masa depan, namun PBB memiliki pakar statistik dengan data di masa lalu memperkirakan ukuran populasi beberapa dekade ke depan. Pada tahun 2050, prediksi 8,1 miliar hingga 10,6 miliar. Untuk 2100, proyeksi 6,2 miliar hingga 15,8 miliar.

"Tidak ada yang ajaib dengan jumlah 10 miliar," kata Lee.

Rentang hidup lebih lama dan tingkat kematian lebih rendah membantu menjelaskan mengapa ukuran populasi tumbuh pada kecepatan saat ini. Tapi variabel membuat perbedaan terbesar pada berapa banyak orang akan hidup di Bumi 100 tahun dari sekarang dengan tingkat kesuburan atau jumlah perempuan melahirkan bayi.

Jika setiap wanita memiliki dua bayi, populasi dunia akan tetap stabil. Hari ini, rata-rata global 2,5 kelahiran per perempuan atau turun dari 5 pada tahun 1950.

Di Jepang, China, Eropa dan Australia, wanita memiliki kurang dari 2 bayi, sementara kaum perempuan di banyak negara berkembang masih memiliki 5 anak atau lebih.

Menurut laporan David Bloom, demografer dari Harvard School of Public Health di Boston, 97% peningkatan populasi diproyeksi selama abad berikutnya terjadi di negara berkembang, hampir setengah pertumbuhan di Afrika.
  1. David E. Bloom (Department of Global Health and Population, Harvard School of Public Health, Harvard University, Boston, MA 02115, USA. E-mail: dbloom@hsph.harvard.edu). 7 Billion and Counting. Science 29 July 2011: Vol.333 no.6042 pp.562-569, DOI:10.1126/science.1209290
John Bongaarts http://www.popcouncil.org/staff/JohnBongaarts.asp
Ron Lee http://berkeley.edu/news/extras/experts/rlee.html
David Bloom http://www.hsph.harvard.edu/faculty/david-bloom/

Gambar : en wikipedia/freebase.com
Tinuku Store