Pertukaran DNA Kuno Rahasia Sistem Imun Manusia Modern

Tinuku
News KeSimpulan.com - Mengadopsi gen menguntungkan. Populasi manusia modern memperoleh DNA penting sistem kekebalan tubuh dari lintas spesies manusia kuno.

Tidur saja Anda diintai penyakit, setidaknya dalam evolusi manusia yang selanjutnya membantu Anda melawan pendemi pada hari ini. Demikian laporan terbaru ke Science.

Penelitian baru menunjukkan ribuan tahun lalu manusia menperoleh gen penting sistem kekebalan tubuh melalui penghubung dengan beberapa sepupu kita hominid punah.

Banyak populasi manusia modern seperti Homo sapiens neanderthalensis dan Homo Denisovans memiliki versi gen tertentu sistem kekebalan tubuh ditemukan di kerabat kuno sehingga dapat bertahan di daerah patogen asing yang mungkin membunuh mereka.

Versi Neanderthal dan Denisovan yang paling lazim dalam populasi modern di Eropa dan Asia karena di populasi Afrika tidak ada varian gen kuno. Temuan menunjukkan manusia modern memperoleh gen setelah keluar dari Afrika ketika Neandertal dan Denisovans menempuh perjalanan ke Eropa dan Asia.

"Hal-hal yang menakjubkan," kata Daniel Geraghty, genetikawan dan imunolog di Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle.

"Laporan mereka adalah pekerjaan besar, merajut fakta-fakta bersama-sama untuk datang dengan sebuah analisis yang sangat masuk akal dan sangat kuat pada perluasan gen spesies manusia karena keluar dari Afrika," kata Geraghty.

Penelitian sebelumnya menunjukkan Neanderthal dan Denisovans kawin silang, sebuah spesies terkait erat hanya diketahui dari fosil tulang jari yang ditemukan di sebuah gua Siberia.

Genom manusia Eurasia mengandung hingga 4 persen DNA Neanderthal, dan DNA Homo Melanesians Papua Nugini memiliki 4 hingga 6 persen Denisovan.

Laurent Abi-Rached, imunolog dari Stanford University School of Medicine di California, dan rekannya melihat 3 gen sistem imun tertentu disebut gen HLA yang membantu tubuh mengenali sel bahaya.

Menggunakan blue print genetik 3 Neanderthal dan 1 Denisovan, para peneliti membandingkan frekuensi berbagai versi gen HLA. Program komputer menganalisis apakah frekuensi tidak biasa. Salah satu versi gen HLA Denisovan hadir 50 sampai 60 persen pada orang di China dan Papua Nugini.

Evolusisionaris dan genetikawan mengatakan laporan baru menarik namun meminta agar berhati-hati dalam menafsirkan data. Karena gen sistem kekebalan tubuh tunduk pada seleksi (memiliki gen yang salah dapat berakibat fatal).

Tidak jelas apa faktor yang membentuk pola genetik masa kini, kata David Reich dari Harvard Medical School dan Broad Institute di Cambridge, Mass. Reich adalah peneliti utama yang mengungkap genom Neanderthal dan Denisovan tersebut.
  1. Laurent Abi-Rached (Department of Structural Biology and Department of Microbiology and Immunology, Stanford University School of Medicine, Stanford, CA 94305, USA) et.al. The Shaping of Modern Human Immune Systems by Multiregional Admixture with Archaic Humans. Science, August 25 2011, DOI:10.1126/science.1209202
Daniel Geraghty http://www.fhcrc.org/science/investigators/
Laurent Abi-Rached http://med.stanford.edu/
David Reich http://genetics.med.harvard.edu/reich/Reich_Lab/People.html

Gambar : Nature
Tinuku Store