Reptil Laut Plesiosaurus Melahirkan dan Mengasuh Bayi

Tinuku
News KeSimpulan.com - Monster laut besar menjadi ibu. Reptil laut raksasa berleher panjang yang menjelajahi laut 78 juta tahun lalu, Plesiosaurus, melahirkan bayi.

Fosil Plesiosaurus (Plesiosaur) hamil berdating 78 juta tahun menunjukkan monster laut ini adalah pengecualian reptil dan lebih seperti mamalia laut pada hari ini. Bukti pertama plesiosaurus tidak menetaskan telur mereka di darat.

Ilmuwan melaporkan seorang ibu reptil karnivora akuatik berleher panjang melahirkan bayi ketika masih muda ke Science.

"Ada desas-desus tentang fosil Plesiosaurus hamil di basement museum," kata F. Robin O’Keefe, paleobiolog dari Marshall University di Huntington, W. Va.

Seorang bayi besar tunggal menunjukkan plesiosaurus peduli pada anak-anak mereka. Hewan ini melahirkan pada usia muda. Reptil laut punah lainnya seperti ichthyosaurus, mosasaurus dan choristoderans dikenal melahirkan hidup muda, strategi yang disebut viviparity.

"Kami telah mengetahui plesiosaurus selama hampir 200 tahun, tetapi catatan fosil sebelumnya tidak pernah menemukan Plesiosaurus hamil," kata O'Keefe.

Tidak seperti reptil laut kuno yang melahirkan bayi kecil, fosil Polycotylus hanya melahirkan satu janin tetapi besar. Panjang bayi 150 cm di dalam tubuh ibu dengan panjang 470 cm. Janin memiliki 20 tulang yaitu bahu, pinggul dan tulang sirip menempati dua pertiga tumbuh ibunya selama dilahirkan.

Ibu hewan modern yang melahirkan proporsi bayi besar seperti manusia, gajah, ikan paus dan lumba-lumba, banyak mengembangkan perilaku pengasuhan orang tua.

"Jika Anda menaruh semua telur dalam satu keranjang dengan bayi tunggal yang besar maka banyak akal bahwa Anda ingin mengurus bayi itu," kata O'Keefe.

Plesiosaurus mungkin melakukan hal yang sama dan hidup dalam keluarga sebagai perlindungan, membuat kehidupan sosial lebih mirip mamalia laut modern daripada ke reptil laut punah lainnya.

O'Keefe mengatakan hipotesis alternatif yang menyatakan bahwa bayi lahir telah siap mengurus dirinya sendiri, tidak masuk akal, karena tulang fosil ibu dan bayi menyatu menunjukkan mereka bersama-sama.

"Spesimen spektakuler. Ini menjawab pertanyaan kita selama bertahun-tahun," kata Michael Everhart, paleontolog reptil laut dari Sternberg Museum of Natural History di Hays, Kansas.

Tapi Everhart mengatakan terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa kehidupan plesiosaurus adalah sosial dan reproduksi secara dramatis berbeda dengan reptil laut punah yang lain.

"Saya ingin melihat lebih dari setengah lusin spesimen lain," Everhart.

Seorang pemburu fosil independen menemukan Plesiosaurus di Kansas pada tahun 1987 dan disumbangkan ke Natural History Museum of Los Angeles County.

Tahun lalu, Luis M. Chiappe, direktur Dinosaur Institute, meminta O'Keefe untuk melihat dan merekonstruksi fosil besar Polycotylus latippinus yang digali di Kansas hampir 25 tahun lalu karena dijadwalkan dipajang di museum.
  1. F. R. O’Keefe (Department of Biological Sciences, Marshall University, Huntington, WV 25755, USA) dan L. M. Chiappe (Dinosaur Institute, Natural History Museum of Los Angeles County, Los Angeles, CA 90007, USA). Viviparity and K-Selected Life History in a Mesozoic Marine Plesiosaur (Reptilia, Sauropterygia). Science 12 August 2011: Vol.333 no.6044 pp.870-873, DOI:10.1126/science.1205689
Robin O’Keefe http://www.science.marshall.edu/okeefef/
Michael Everhart http://sternberg.fhsu.edu/

Gambar : F. R. O’Keefe dan L. M. Chiappe
Tinuku Store