Sampel Debu Asteroid 25143 Itokawa Ungkap Sejarahnya

Tinuku
News KeSimpulan.com - Debu asteroid ektra terestrial 25143 Itokawa ungkap masa lalu dan masa depan. Sampel butiran milimieter menggungkap dari mana ia berasal.

Taburan debu asteroid yang diraup wahana JAXA Hayabusa Jepang ketika mendarat di asteroid Itokawa 6 tahun yang lalu mengungkapkan rincian masa lalu dan kemungkinan masa depan batu angkasa.

Wahana Hayabusa mendarat di asteroid 25143 Itokawa selebar 500 meter pada tahun 2005 kemudian proyektil masuk ke dalam permukaan dan meraup puing-puing.

Setelah barbagai rintangan yang melelahkan selama 5 tahun akhirnya kapsul berisi sampel sampai ke Bumi yang dijatuhkan di Australia selatan.

Sekarang, tim peneliti internasional melapor ke Sceince hasil analisis sampel yang terdiri lebih dari 1500 partikel Itokawa yang semuanya lebih kecil dari 0,2 milimeter.

Itokawa pernah menjadi bagian dari sebuah asteroid yang jauh lebih besar. Kesimpulan didasarkan pada kenyataan partikel menunjukkan berbagai mineral yang harus mencapai suhu 800oC.

Peluruhan isotop radioaktif aluminium bisa menciptakan banyak panas jika form induk setidaknya selebar 20 kilometer.

"Form harus besar agar proses ini terjadi, jika tidak akan kehilangan suhu terlalu cepat," kata Trevor Ireland, minerolog dari Australian National University di Canberra, yang menganalisis beberapa sampel.

Tomoki Nakamura, fisikawan dari Tohoku University di Sendai mengatakan data Hayabusa sendiri sudah menunjukkan sejarah Itokawa.

Tarikan gravitasi asteroid pada wahana mengungkap Itokawa memiliki kepadatan sangat rendah yang menunjukkan sebagai tumpukan puing-puing berbatu yang mungkin menyatu setelah tubuh induknya hancur.

Sampel juga mengisyaratkan masa depan Itokawa suram. Keisuke Nagao, planetolog dari University of Tokyo, mempelajari gas mulia seperti neon. Gas-gas ini dapat tertanam oleh partikel bermuatan yang mengalir dari angin Matahari dan bahkan dari luar tata surya.

Sampel terkena partikel-partikel bermuatan tidak lebih dari 8 juta tahun lalu. Artinya Itokawa menyatu 8 juta tahun lalu atau kehilangan puluhan sentimeter material di permukaan setiap juta tahun.

Jika kehilangan permukaan pada tingkat tersebut, maka Itokawa benar-benar menghilang dalam waktu kurang dari satu miliar tahun.

"Ini agak menyedihkan berpikir akhirnya akan menghilang," kata Scott Sandford, astrobiolog dari NASA Ames Research Center di California, yang menganalisis beberapa sampel.

Komposisi sampel cocok dengan tipe paling umum meteorit yang ditemukan di Bumi disebut chondrites. Karena Itokawa diklasifikasikan sebagai asteroid tipe S berbatu, jenis paling umum di sabuk asteroid dalam, analisis mengkonfirmasi chondrites datang dari asteroid tipe S.

Alexander Krot, astrokimiawan dari University of Hawaii di Manoa, mengatakan dua misi yaitu JAXA Hayabusa-2 dan NASA OSIRIS-Rex akan lepas landas pada tahun 2014 dan 2016 untuk mengumpulkan sampel asteroid.

"Misi dapat mengungkap petunjuk salah satu pertanyaan paling mendasar bidang planetologi yaitu asal-usul air di Bumi," kata Krot.

Studi isotop hidrogen dalam mineral air yang terbentuk di asteroid menjadi target yang dapat membantu menentukan bagaimana air disampaikan ke Bumi.

Science :
  1. DOI:10.1126/science.1207758
  2. DOI:10.1126/science.1207776
  3. DOI:10.1126/science.1207785
  4. DOI:10.1126/science.1207794
  5. DOI:10.1126/science.1207807
  6. DOI:10.1126/science.1207865
Tomoki Nakamura http://www.tohoku.ac.jp
Trevor Ireland http://shrimp.anu.edu.au/people/tri/tri.html
Keisuke Nagao http://www.s.u-tokyo.ac.jp/en/people/index.php/NAGAO,_Keisuke
Scott Sandford http://spacescience.arc.nasa.gov/staff/scott-sandford
Alexander Krot http://www.higp.hawaii.edu/index.html

Gambar : JAXA/ISIS
Tinuku Store