Serangan Jamur Kepunahan Massal Permian Bisa Terulang

Tinuku
News KeSimpulan.com - Jamur pembunuh bisa mengamuk lagi. Episode final drama kepunahan massal Permian oleh serangan jamur bisa terulang jika imun pohon melemah.

Selama kepunahan massal terbesar menyapu Bumi 250 juta tahun lalu, jamur tanah yang biasanya jinak jadi mengamuk, menumbangkan populasi pohon sebagian besar dunia.

Kudeta berdarah mungkin terulangi jika perubahan iklim banyak melemahkan pohon. Kepunahan Permian berdampak 95 persen spesies terhapus, jauh melebihi kepunahan K/T yang mengakhiri regim pemerintahan dinosaurus.

Mark Sephton, geokimiawan dari Imperial College London, mengatakan efek knock on letusan besar gunung berapi yang memicu kepunahan adalah wabah global jamur. Sephton telah lama melihat lapisan fosil misterius dalam batuan yang terbentuk di akhir zaman Permian.

"Anda dapat menemukannya di seluruh dunia dan Anda tidak melihat ini di tempat lain selain dalam catatan geologi," kata Sephton.

Jamur oportunistik berpesta dalam tanaman setelah mati, meskipun beberapa peneliti mengira mereka ganggang yang tidak bisa makan pohon. Sephton mengontak Henk Visscher, biogeolog dari Utrecht University di Belanda dan Cynthia Looy, biolog integratif dari University of California di Berkeley.

Fosil helai tampak mirip sekelompok jamur modern Rhizoctonia yang mengintai di tanah, menunggu untuk menyerang tanaman yang sistem kekebalan tubuhnya melemah.

Sephton berpikir jamur Permian menyerang dan membunuh pohon yang telah melemah oleh stres panas, kekeringan dan pengasaman akibat letusan gunung berapi. Peran jamur dalam kepunahan Permian adalah sebuah peringatan, kata Sephton. Perubahan iklim dan aktivitas manusia lainnya menekankan tanaman di seluruh dunia.

"Perubahan dramatis dapat terjadi bila Anda menekan ekosistem terlalu jauh," kata Sephton.

Analog modern adalah Black Triangle yang sangat tercemar di Eropa Timur. Pengasaman oleh industri di era Uni Soviet merusak dan melemahkan semua pohon yang kemudian diserang oleh jamur.

Tapi tidak jelas bahwa jamur akan mengamuk lagi, kata Steven Running, ekofisiolog dari University of Montana di Missoula. Tanaman patogen yang paling modern hanya dapat menyerang satu genus atau bahkan spesies, membatasi dampak kerusakan.
  1. Henk Visscher (Laboratory of Palaeobotany and Palynology, Faculty of Science, Utrecht University, Budapestlaan 4, 3584CD Utrecht, Netherlands) et.al. Fungal virulence at the time of the end-Permian biosphere crisis?. Geology, v.39 no.9 p.883-886, August 5, 2011, DOI:10.1130/G32178.1
  2. C.B. Foster (Geoscience Australia, P.O. Box 378, Canberra ACT, Australia 2061) et.al. A revision of reduviasporonites wilson 1962: description, illustration, comparison and biological affinities. Palynology, 2002; v.26;1; p.35-58; DOI:10.2113/0260035
Mark Sephton http://www3.imperial.ac.uk/people/m.a.sephton
Cynthia Looy http://www.ucmp.berkeley.edu/about/profile.php?lastname=Looy&firstname=Cynthia
Steven Running http://www.ntsg.umt.edu/~swr/vitae.htm
Henk Visscher http://www.uu.nl/faculty/science/en/organisation/depts/biology/research/chairs/BiomarineSciences/People/HenkVisscher/Pages/default.aspx

Black Triangle http://www.energy.rochester.edu/pl/blacktriangle/

Gambar : Lane Tredway, The American Phytopathological Society
Tinuku Store