Sinyal Higgs Boson ATLAS dan CMS Berangsur Melemah

Tinuku
News KeSimpulan.com - Sinyal Higgs Boson tenggelam dari pandangan. Petunjuk awal boson berangsur-angsur makin melemah. Fisikawan harus banyak menggali data.

Higgs Boson, partikel paling dicari lebih sulit ditemukan dari prediksi semula. Bulan lalu, isyarat Higgs mungkin muncul di Large Hadron Collider (LHC), CERN. Namun data baru disajikan saat konferensi Lepton Photon di Mumbai, India, menunjukkan sinyal memudar.

"Kelebihan ini mungkin hanya fluktuasi statistik," kata Adam Falkowski, teoritikus dari University of Paris-South di Orsay, Perancis.

Selama hampir 50 tahun, para ilmuwan memburu Higgs. Boson dianggap bagian penting dari mekanisme penganugerahan massa partikel lain. Sama pentingnya bagi fisikawan menyatukan listrik dan magnetisme dengan gaya nuklir lemah menjadi satu kekuatan 'elektrolemah'.

Sebagian besar ilmuwan percaya partikel ini adalah kunci terakhir model standar fisika partikel.

"Dewa jahat telah hati-hati memilih massa Higgs yang membuat fisikawan kesulitan untuk mempelajari," kata Peter Woit, matematikawan dari Columbia University.

Bulan lalu di Grenoble, Perancis, para ilmuwan mengumumkan bukti petunjuk Higgs boson. Sinyal samar 144 gigaelectronvolts (GeV) terlihat secara independen oleh detektor eksperimen ATLAS dan Compact Muon Solenoid (CMS), dua detektor terbesar LHC.

Peristiwa tersebut muncul lebih tinggi dari perkiraan W Boson yang diprediksi oleh banyak teori sehingga menjadi indikator awal Higgs boson.

Namun data terbaru menunjukkan sinyal melemah. Sekarang kedua detektor melihat pentingnya penurunan dari sekitar 2,8 sigma menuju 2 sigma. Ini berarti kemungkinan Higgs sebenarnya turun dari 99% hingga 95%.

"Jika Anda menambahkan data 50% lebih, Anda berharap sinyal tumbuh. Kenyataan tidak," kata Vivek Sharma, fisikawan dari University of California di San Diego.

Banyak fisikawan percaya bahwa Higgs, jika ada, mungkin berakhir massa lebih rendah dari spektrum energi, sekitar 120 GeV hingga 140 GeV. Rentang energi yang lebih rendah maka membutuhkan lebih banyak data untuk menemukan sinyal.

"Masih ada banyak ruangan bagi Higgs bersembunyi," kata Richard Hawkings, koordinator eksperimen ATLAS.

Adam Falkowski http://www.u-psud.fr
Peter Woit http://www.math.columbia.edu/~woit/wordpress/?p=3916
Vivek Sharma http://hepweb.ucsd.edu/~vsharma/

ATLAS Experiment http://atlas.web.cern.ch/Atlas/Collaboration/
CMS Experiment http://cms.web.cern.ch/
Tinuku Store