Bakteri Sudah Resisten Sejak 30 Ribu Tahun Lalu

Tinuku
News KeSimpulan.com - Antibiotic resistance is ancient. Ketika perang antara kuman dan obat modern dimulai, superbug sudah mempersipakan diri satu milyar tahun lalu.

Jangan remehkan alam meskipun sekecil apapun. Bakteri telah resisten jauh lebih lama daripada antibiotik yang diciptakan manusia. Para peneliti mengisolasi gen resistensi dari DNA bakteri yang diawetkan dalam es lebih dari 30.000 tahun lalu.

Antibiotik sintetis pertama kali dikembangkan di awal abad ke-20 dan digunakan luas sejak tahun 1940-an. Tanda-tanda pertama resistensi muncul beberapa tahun kemudian.

Sejak itu setiap antibiotik baru dibuat dengan cepat diikuti munculnya mikroba resisten untuk obat terkait.

Para ilmuwan menduga resistensi antibiotik adalah evolusi senyawa jutaan tahun lalu. Tetapi selama ini tidak ada bukti, kata Gerard Wright, biokimiawan dari McMaster University di Hamilton, Kanada.

"Tidak ada yang pernah membuktikan hal ini secara meyakinkan," kata Wright.

Sekarang tim Wright mengebor sedimen yang telah membeku selama 30.000 tahun di dekat Dawson City, Yukon Territory, Kanada.

Untuk menyingkirkan sampel dari segala kontaminasi DNA modern, core dan alat pengeboran disemprot dengan neon sel Escherichia coli. Jika bocor akan segera muncul di bawah ultraviolet.

Untuk memastikan DNA kuno, para ilmuwan mengidentifikasi sekuens sampel dari hewan dan tumbuhan yang hidup 30.000 tahun lalu di area tersebut seperti mammoths, bison, dan rumput.

Ketika analisis DNA di laboratorium, mereka menemukan fragmen gen memberi perlawanan terhadap antibiotik penicillin, tetracycline, dan vancomycin. Mereka melapor ke Nature.

"Resistensi antibiotik di klinik hanyalah puncak gunung es. Perlawanan sudah mereka lakukan sebelum ada antibiotik. Ini adalah bagian dari alam," kata Wright.

George Church, genetikawan dari Harvard Medical School dan Massachusetts Institute of Technology (MIT), mengatakan meskipun sampel berumur 30.000 tahun, gen resistensi antibiotik mungkin telah ada satu miliar tahun lalu.

"Ini analog dengan bukti manusia telah menggunakan senjata setidaknya 30 tahun terakhir," kata Church.

Wright mengatakan studi ini memberi pelajaran penting tentang ekologi. Dengan gen resistensi begitu banyak terdapat di alam, antibiotik tidak dapat bertahan selamanya.

"Mereka memiliki sumber daya benar-benar istimewa dan merespon secara alami," kata Wright.
  1. Vanessa M. D’Costa (Michael G. DeGroote Institute for Infectious Disease Research, McMaster University, Hamilton, Ontario, Canada, L8N 3Z5; Department of Biochemistry and Biomedical Sciences, McMaster University, Hamilton, Ontario, Canada, L8N 3Z5) et.al. Antibiotic resistance is ancient. Nature, 31 August 2011, DOI:10.1038/nature10388
Gerard Wright http://www.science.mcmaster.ca/biochem/faculty/wright/
George Church http://en.wikipedia.org/wiki/George_Church

Gambar : Duane Froese http://www.ualberta.ca/~duane
Tinuku Store