Bintang Pra Balita AP Columbae dalam Proses Fusi Nuklir

Tinuku
News KeSimpulan.com - Bayi bintang di dekat Bumi. Teleskop astronom tersandung proto bintang AP Columbae yang baru lahir dan paling dekat dengan Bumi.

Bintang bayi AP Columbae ini belum memicu api nuklir utama dan begitu dekat hanya 27 tahun cahaya dari Bumi dalam konstelasi Columba Dove di selatan konstelasi Orion.

"Bintang yang jauh lebih muda dari Matahari. Menggunakan teleskop di Coonabarabran, Chili, Hawaii dan California kami menunjukkan bintang katai merah samar AP Columbae adalah bintang terdekat ke Bumi," kata Murphy.

Sebuah bintang muncul ketika awan gas dan debu runtuh dalam beratnya sendiri. Seperti diremas menjadi begitu panas dan mulai bersinar sehingga sebuah bintang baru lahir. Tetapi proses didukung oleh gravitasi daripada aktivitas nuklir.

Matahari menghabiskan 50 juta tahun dalam fase gravitasi sebagai "pra-bintang" sebelum core begitu panas dimana proton hancur bersama-sama menempa helium.

"AP Columbae masih dalam konstruksi di bawah gravitasi menuju urutan utama," kata Adric Riedel, postdoc di Georgia State University di Atlanta.

Meskipun bintang redup dan merah tapi 4 kali lebih terang dari seharusnya karena 2 kali diameter dari bintang pra urutan utama pada umumnya. Meskipun pra balita, gravitas menyebabkan bintang telah bersinar dan reaksi nuklir pada suhu relatif rendah menghancurkan lithium.

"Sebagai penentu bahwa ia memiliki lithium," kata Riedel melapor ke The Astronomical Journal.

"Mereka meneliti dengan hati-hati. Ini benar-benar bintang pra urutan utama," Steven Stahler, astronom dari University of California, Berkeley.

AP Columbae memiliki medan magnet kuat yang meluncurkan flare terang. Para astronom mungkin dapat menggunakannya untuk melakukan tes medan magnet.

Selain itu, jika bintang ini memiliki planet maka mereka begitu muda sehingga masih hangat dan memancarkan cahaya mendekati inframerah yang dapat dideteksi astronom. Cahaya planet yang mengorbit masih dalam formasi proses pendinginan.

"Semakin dekat bintang-bintang muda, target lebih baik untuk pencitraan langsung kemungkinan planet," kata Ray Jayawardhana, astronom dari University of Toronto di Kanada.

Karena kedekatan dengan Bumi, planet-planet yang mengorbit harus mengungkapkan diri lebih banyak daripada eksoplanet yang selama ini ditemukan di sekitar bintang yang lebih jauh. Dan karena masa muda mungkin dapat menunjukkan analogi seperti apa yang terjadi dalam tata surya.

Tapi bagaimana sebuah bintang semuda AP Columbae berakhir begitu dekat ke Bumi?

Riedel menunjuk sebuah gugus bintang muda bernama IC2391 berjarak 450 tahun cahaya di konstelasi Vela yang dekat dengan Columba. Diduga bintang di cluster meledak, menembak keluar filamen gas yang bergerak bersama dan melahirkan bintang-bintang di ruang.
  1. Adric R. Riedel (Department of Physics and Astronomy, Georgia State University, Atlanta, GA 30302-4106, USA; Visiting Astronomer, Cerro Tololo Inter-American Observatory. CTIO is operated by AURA, Inc., under contract to the National Science Foundation) et.al. The solar neighborhood. XXVI. AP col: the closest (8.4 pc) pre-main-sequence star. The Astronomical Journal 142 104, DOI:10.1088/0004-6256/142/4/104
Simon Murphy http://www.mso.anu.edu.au/~murphysj/
Adric Riedel http://www.chara.gsu.edu/~riedel/
Steven Stahler http://astro.berkeley.edu/~stahler/
Ray Jayawardhana http://www1.astro.utoronto.ca/~rayjay/
Tinuku Store