China Luncurkan Laboratorium Antariksa Berawak Pertama

Tinuku
News KeSimpulan.com - Setelah hitungan mundur, Istana Surgawi bergemuruh ke ruang angkasa. Wahana Tiangong-1 versi terbaru roket Long March 2F yang meluncur ke angkasa.

Bangsa yang tangguh ditopang ekonomi pasar, bersaing di pasar ditopang teknologi, dan teknologi adalah buah manis pohon sains. Sekarang China paham betul kunci menguasai dunia tersebut.

Setelah hitungan mundur, Istana Surgawi bergemuruh ke ruang angkasa. Peluncuran prototipe laboratorium sains tak berawak, Tiangong-1 buatan asli di China adalah langkah kunci rencana China memiliki stasiun ruang yang mengorbit Bumi berawak pada tahun 2020.

Wahana Tiangong-1 merupakan versi terbaru roket Long March 2F yang meluncur di Jiuquan Satellite Launch Centre di utara China tengah pukul 09.16 waktu setempat.

Tiangong-1 seberat 8,5 ton, panjang 10,4 meter, diameter 3,35 meter cukup untuk dihuni dan bekerja 2-3 astronot. Dirancang sebagai laboratorium sains di sebuah stasiun ruang masa depan.

Rencana langsung adalah mengoperasikan modul dalam mode otonom yang dipantau dari darat. Kemudian beberapa minggu kemudian, China kembali meluncurkan pesawat ruang angkasa berawak lainnya, Shenzhou 8, dan menghubungkan bersama-sama.

Pada tahun 2006, ketika Kepala NASA Mike Griffin mengunjungi China, ada harapan bahwa China dan Amerika Serikat berkolaborasi dalam ruang. Tapi sejak itu, hubungan mendingin dengan beberapa anggota parlemen AS menentang kerjasama lebih dekat dengan China.

Tiangong-1 membawa kamera khusus yang akan mengambil gambar lahan pertanian luas China untuk mendeteksi pencemaran logam berat dan residu pestisida serta penyakit tanaman.

Selain itu menggunakan lingkungan gravitasi rendah di dalam modul untuk melakukan eksperimen di bidang geografi, astronomi dan bio-teknologi yang akan sulit dilakukan di Bumi.

Ekspansi China datang mengisi International Space Station (ISS) yang memiliki masa depan tidak pasti. Setelah pensiun dari program pesawat ulang-alik, NASA awal tahun ini menggunakan roket Soyuz Rusia untuk ke ISS. Untuk masa depan NASA lebih fokus dengan menyewa "taksi ruang angkasa" komersial untuk perjalanan ruang. *Xinhua/BBC

Video : Luckysnightmare's Channel http://www.youtube.com/user/luckysnightmare

Tinuku Store