Evolusi Lebah Lebih Dulu dan Anggrek Mengejar Kemudian

Tinuku
News KeSimpulan.com - Lebah lebih dulu dari anggrek dalam evolusi. Lebah berevolusi lebih awal dan mandiri, sedangkan anggrek mengejar ketertinggalan.

Temuan baru menantang pandangan yang berlaku tentang simbiosa mitra evolusi tanaman dan serangga penyerbuk. Teori yang berlaku bahwa spesies yang memiliki hubungan sangat khusus dan terlibat terus menerus merupakan mitra evolusi.

"Apa yang kami temukan spesialisasi timbal balik tidak ada bagi lebah dan anggrek," kata Santiago Ramirez, postdoc bioevolusi di laboratorium Neil Tsutsui di University of California, Berkeley.

"Lebah berevolusi lebih awal dan mandiri, sedangkan anggrek tampaknya mengejar," kata Ramirez.

Ikatan antara lebah tertentu dan tanaman anggrek didokumentasikan dengan baik oleh para botanis dan naturalis termasuk Charles Darwin. Biolog menemukan lebah pria membutuhkan senyawa parfum tertentu yang dihasilkan tanaman bunga untuk memikat lebah perempuan.

Ramirez mengeledah lebih dari 7.000 individu lebah jantan dan DNA sequencing 140 pollinaria anggrek yang berisi paket kecil semua serbuk sari bunga tunggal.

Para peneliti menyimpulkan sejarah evolusi lebah dan anggrek. Tim juga menghitung dan menganalisis parfum yang dikumpulkan lebah dan membandingkan dengan senyawa yang dihasilkan anggrek.

Lebah berevolusi 12 juta tahun lebih awal dari mitra mereka anggrek. Selain itu, senyawa parfum yang dihasilkan anggrek hanya menyumbang 10 persen dari semua senyawa yang dikumpulkan lebah. Sedangkan 90 persen sisanya berasal dari sumber lain, termasuk resin pohon.

"Tampaknya lebah jantan berevolusi untuk mengumpulkan senyawa ini dari segala macam sumber dan anggrek datang jutaan tahun kemudian," kata Ramirez.

Anggrek lebih membutuhkan lebah penyerbuk dibanding lebah membutuhkan anggrek. Temuan memiliki implikasi dalam biologi konservasi terutama kekhawatiran penurunan 15 tahun terakhir lebah penyerbuk di seluruh dunia.

"Banyak spesies tanaman sangat tergantung pada penyerbuk. Jika Anda kehilangan 1 spesies lebah, Anda akan kehilangan 3-4 spesies anggrek," kata Ramirez.

"Laporan kami konsisten dengan teori bias indera serangga yang memainkan peran utama dalam mendorong adaptasi reproduksi pada tanaman berbunga," kata Ramirez.

"Ini menyoroti saling ketergantungan ekologis serta evolusi tanaman berbunga dan penyerbuk khusus mereka. Ancaman bagi serangga penyerbuk memiliki efek mendalam pada ekosistem," kata Ramirez.
  1. Santiago R. Ramírez (Museum of Comparative Zoology, Harvard University, Cambridge, MA 02138, USA; Department of Environmental Science, Policy, and Management, University of California, Berkeley, CA 94720, USA) et.al. Asynchronous Diversification in a Specialized Plant-Pollinator Mutualism. Science, 23 September 2011: Vol.333 no.6050 pp.1742-1746,
    DOI:10.1126/science.1209175
Santiago R. Ramírez http://nature.berkeley.edu/~sramirez

Gambar : UC Berkeley
Tinuku Store