Fluktuasi Neurotransmitter Serotonin Otak Pemicu Perilaku Agresi

Tinuku
News KeSimpulan.com - Anda puasa makan untuk meredam amarah? Anda seperti mengunyah batu di kepala sendiri. Amarah redam justru ketika perut anda kenyang!

Anda menonton orang sedang marah? Menyaksikan piring terbang dan gelas melayang di rumah sebelah? Perilaku mengamuk dan anti sosial? Sekarang anda tahu bahwa orang-orang tersebut miskin serotonin.

Kopling amarah di serotonin. Materi kimia serotonin menunjukkan mengapa beberapa orang lebih agresif daripada yang lain. Perubahan ini terjadi ketika seseorang tidak makan atau stres.

Otak butuh serotonin untuk meredam agresi karena agresi terkait dengan fluktuasi tingkat neurotransmitter serotonin di otak. Serotonin rendah mempengaruhi wilayah otak sehingga seseorang membangun amarahnya.

Meskipun penurunan serotonin telah terlibat dalam agresi, penelitian ini pertama yang menunjukkan bagaimana beberapa orang lebih rentan terhadap agresi.

"Kita sudah tahu beberapa dekade serotonin memainkan peran kunci dalam agresi," kata Molly Crockett, neurolog moralitas dari University of Cambridge di Inggris.

"Tapi hanya baru-baru ini kita memiliki teknologi untuk melihat ke dalam otak dan memeriksa bagaimana serotonin mengatur impuls emosional," kata Crockett melapor ke Biological Psychiatry.

"Dengan menggabungkan penelitian perilaku dengan teknologi baru, kita akhirnya mengungkap mekanisme bagaimana serotonin mempengaruhi agresi," kata Crockett memberi kredit laporan mahasiswa pascasarjananya.

Relawan diberi kuesioner kepribadian untuk menunjukkan individu memiliki kecenderungan alami perilaku agresif. Kemudian fMRI digunakan untuk mengeledah isi otak.

Tingkat serotonin rendah di otak melemahkan komunikasi antar sistem limbik emosional seperti struktur amigdala dan lobus frontal. Ketika tingkat serotonin rendah, lebih sulit bagi korteks prefrontal mengontrol respon emosional untuk kemarahan yang dihasilkan di amigdala.
  1. Luca Passamonti (Unità di Ricerca Neuroimmagini, Consiglio Nazionale delle Ricerche, Catanzaro, Italy) et.al. Effects of Acute Tryptophan Depletion on Prefrontal-Amygdala Connectivity While Viewing Facial Signals of Aggression, Biological Psychiatry, 13 September 2011, DOI:10.1016/j.biopsych.2011.07.033
Molly Crockett http://www.neuroscience.cam.ac.uk/directory/profile.php?mc536

Video : Newssciencenews's Channel http://www.youtube.com/user/newssciencenews

Tinuku Store