Fosilisasi Mikro Filamen Bulu Dinosaurus Dalam Getah Damar

Tinuku
News KeSimpulan.com - Era dinosaurus bulu tersegel dalam getah damar. Meskipun tidak diketahui bulu ini milik siapa, mikro filamen memberi infobiz evolusi fashion Cretaceous.

Pencarian telaten ribuan potongan amber memberi 11 struktur bulu yang menampilkan tren fashion Cretaceous akhir yang belum pernah terungkap sebelumnya baik pada dinosaurus unggas dan dinosaurus non-unggas.

Sampel berdating 70-85 juta tahun digali di situs Danau Grassy di Kanada barat yang pernah menjadi hutan konifer damar dan terkenal dengan berbagai temuan serangga.

Selama lebih satu dekade para peneliti menggali mikro fosil mencari sidik jari bulu dinosaurus. Asal usul evolusi bulu tetap misterius, namun paleontolog mengusulkan asal mula bulu sederhana pada filamen fleksibel yang menutupi dinosaurus predator kecil Sinosauropteryx.

Kemudian bulu diadaptasi menjadi struktur kompleks hingga akhirnya berkembang menjadi bulu-bulu asimetris untuk terbang pada burung awal Archaeopteryx 150 juta tahun lalu digali di Jerman. Dinosaurus berbulu tertua Anchiornis huxleyi 151-161 juta tahun digali di timur laut China.

Kedua makhluk bergaya bulu modern dengan poros pusat, baling-baling dan substruktur disebut barbules berujung dengan Velcro seperti kait membentuk permukaan aerodinamis kokoh.

Fosil biasanya flat dan terkarbonasi tetapi fosilisasi spesimen amber mencetak bentuk tiga dimensi bersama dengan rincian struktural. Karena di dalam amber maka tidak terhubung dengan fosil tubuh sehingga tidak dapat memastikan bulu milik siapa, apakah burung ataukah dinosaurus non-unggas.

Ryan McKellar, paleontolog dari University of Alberta di Edmonton, Kanada, dan rekannya sangat antusias menyaring lebih dari 4.000 inklusi ambar. Sampel mikro dipapar di bawah mikroskop kemudian tim melaporkan identifikasi dan struktur 11 bulu ke Science.

"Kita melihat dalam 3-D yang indah. Ini terawetkan hingga pigmen yang membuka pintu segala macam penelitian yang indah," kata McKellar.

Spesimen yang lebih kompleks termasuk bulu asimetris dan bulu yang sangat khusus digunakan oleh sandgrouses dan grebes modern untuk menyerap air. Bulu yang lebih kompleks menampilkan berbagai nuansa serupa dengan burung modern, sedangkan proto bulu lebih sederhana dan umumnya warna gelap

Bulu primitif telah lama dicurigai, tapi temuan McKellar adalah bukti, kata Mark Norell, paleontolog dari American Museum of Natural History di New York.

McKellar mengatakan bulu-bulu mungkin berasal dari burung. Namun, tim juga menemukan sampel tipis mirip milik dinosaurus non-unggas seperti Sinosauropteryx dan Sinornithosaurus.

Harta karun ambar memberi bukti-bukti independen bahwa bulu kuno dan bahkan filamen sederhana menyimpan pigmen, kata Richard Prum ornitologi evolusi dari Yale University.

"Saya tertegun melihat tingkat detail," kata Prum.

Thomas Holtz, paleoontolog vertebrata dari University of Maryland di College Park, mengatakan temuan menambah pemahaman tentang bulu prasejarah. Bahkan mungkin berisi petunjuk parasit dan jamur prasejarah.

"Bulu membawa kita melihat biota dinosaurus," kata Holtz.

Tahun lalu, sebuah tim paleontolog merekonstruksi pewarnaan parsial Sinosauropteryx dan palet bulu Anchiornis dengan menganalisis bentuk, ukuran dan kepadatan struktur mikroskopis disebut melanosomes yang hadir dalam fosil bulu.

Spesimen ambar sangat langka dan tidak boleh dibelah tetapi Julia Clarke, paleontolog spesialis bulu dari University of Texas di Austin, menunjukkan di masa depan memungkinkan metode non-destruktif untuk mempelajari melanosomes menggunakan pencitraan resolusi tinggi Sinar-X.
  1. Ryan C. McKellar (Department of Earth and Atmospheric Sciences, University of Alberta, Edmonton, Alberta T6G 2E3, Canada) et.al. A Diverse Assemblage of Late Cretaceous Dinosaur and Bird Feathers from Canadian Amber. Science 16 September 2011: Vol.333 no.6049 pp.1619-1622, DOI:10.1126/science.1203344
Ryan McKellar http://faculty.eas.ualberta.ca/wolfe/people.htm
Mark Norell http://research.amnh.org/paleontology/staff/mark-norell
Richard Prum http://www.yale.edu/eeb/prum/
Thomas Holtz Jr http://www.geol.umd.edu/~tholtz/
Julia Clarke http://www.esi.utexas.edu/outreach/ols/lectures/Clarke/index.php

Gambar : Science/AAAS
Tinuku Store