Gen Kucing Transgenik Diprogram Untuk Melawan FIV

Tinuku
News KeSimpulan.com - Kucing transgenik berpijar dapat meningkatkan penelitian AIDS. Kucing dimodifikasi untuk melawan FIV seperti HIV pada manusia.

Genetik 3 kucing genetik dimodifikasi untuk melawan feline immunodeficiency virus (FIV) dan membuka jalan baru untuk penelitian AIDS. Juga dapat membantu dokter hewan memerangi virus yang membunuh jutaan kucing liar tiap tahun dan juga macan dan singa.

Diberi nama TgCat1, TgCat2 dan TgCat3, 3 kucing GM yang sekarang berumur 1 tahun bercahaya hijau di bawah sinar ultraviolet karena diberi protein gen green fluorescent protein (GFP) yang berasal dari ubur-ubur.

Kucing-kucing GM juga membawa gen monyet disebut TRIMCyp yang melindungi kera rhesus dari infeksi FIV yang bertanggung jawab terhadap penderitaan kucing seperti AIDS pada manusia.

Dengan memberikan gen ke kucing, tim berharap menawarkan perlindungan terhadap FIV dan membantu para peneliti mengembangkan dan menguji pendekatan serupa untuk melindungi manusia dari infeksi HIV.

Para peneliti menunjukkan budidaya sel darah putih kucing di laboratorium terlindung dari FIV dan berharap untuk memberikan virus ke kucing untuk mengkonfirmasi kebal terhadap hal itu.

"Hewan-hewan jelas memiliki gen pelindung yang diekspresikan di semua jaringan termasuk kelenjar getah bening, timus dan limpa," kata Eric Poeschla, biolog molekuler dari College of Medicine Mayo Clinic di Rochester, Minnesota.

"Ini penting karena di situlah penyakit benar-benar terjadi dan di mana Anda melihat kehancuran T-sel yang ditargetkan HIV pada manusia," kata Poeschla melapor ke Nature Methods.

Penelitian sebelumnya dilakukan pada kucing bukan GM tetapi metode baru jauh lebih efisien dan fleksibel. Kucing kloning pertama lahir tahun 2001 adalah satu-satunya yang bertahan dari 200 embrio. Masing-masing dibuat dari sel telinga, menghapus nucleus dan sel telur kucing yang dikosongkan.

Teknik Poeschla jauh lebih langsung, jauh lebih efisien, jauh lebih sederhana, dan telah berhasil digunakan untuk membuat tikus, babi, sapi dan monyet GM.

Banyak gen menjadi Lentivirus yang kemudian memperkenalkan langsung ke oocyte kucing atau sel telur. Oocyte yang mengandung gen baru ini kemudian dibuahi dan ditempatkan dalam rahim ibu angkat.

Dari 22 implantasi, Poeschla melihat 12 janin dalam 5 kehamilan, dan 3 kelahiran hidup. Dari 12 janin, 11 berhasil memasukkan gen baru. Satu kucing laki-laki yaitu TgCat1 selamat dan telah dikawinkan dengan 3 perempuan normal dan melahirkan 8 anak kucing sehat. Semua membawa gen yang ditanamkan.

Peneliti dapat menggunakan metode yang sama untuk menguji apakah protein antivirus lainnya dari manusia dan monyet mempengaruhi transmisi FIV, kata Susan VandeWoude, biolog manajemen lab dari Colorado State University di Fort Collins.

"Saya pikir kucing lebih mudah dimanfaatkan sebagai model organisme, sekarang Anda dapat memanipulasi genom. Mereka tidak akan menggantikan tikus tetapi memberi sarana lain bagi para ilmuwan," kata VandeWoude

Tetapi ada keraguan apakah kucing mampu menggantikan monyet dan tikus sebagai materi penelitian HIV.

"Ini fantastis, mereka sudah menciptakan kucing GM. Tapi penelitian dengan monyet jauh lebih baik. FIV pada kera jauh lebih erat terkait dengan HIV sehingga lebih mudah untuk menarik kesimpulan," kata Theodora Hatziioannou, virulog dari Aaron Diamond AIDS Research Center di New York City.
  1. Pimprapar Wongsrikeao (Department of Molecular Medicine, Mayo Clinic College of Medicine, Rochester, Minnesota, USA) et.al. Antiviral restriction factor transgenesis in the domestic cat. Nature Methods, 11 September 2011, 10.1038/nmeth.1703
Eric Poeschla http://mayoresearch.mayo.edu/poeschla/about.cfm
Sue VandeWoude http://www.cvmbs.colostate.edu/mip/people/faculty/vandewoude.aspx
Theodora Hatziioannou http://www.adarc.org/hatziioannou_423.html

Gambar : Mayo Clinic http://www.mayo.edu/
Tinuku Store