Israel Resmi Anggota Penuh Laboratorium Fisika Eropa

Tinuku
News KeSimpulan.com - Banyak fisikawan Israel telah lama memegang pedal lab terkemuka, namun baru kali ini Israel menjadi anggota penuh laboratorium fisika Eropa CERN.

Orang yang suka ngotot akan memutar mata karena Israel Secara resmi telah bergabung menjadi anggota asosiasi laboratorium reaktor keras pemukul atom terbesar di dunia Large Hadron Collider (LHC) di CERN.

Setelah masa percobaan 2 tahun, negara berpenduduk 7,7 juta di pantai Asia Laut Mediterania bergabung penuh dengan 21 negara Eropa anggota CERN. Israel akan menjadi anggota baru pertama sejak Bulgaria bergabung pada tahun 1999.

Bergabung di CERN memberi Israel suara di dewan lab. Sejak 1991, Israel menjadi "negara pengamat" yang berarti perwakilannya dapat menghadiri pertemuan dewan tetapi tidak memiliki suara.

Keanggotaan penuh juga mewajibkan Israel memberi kontribusi anggaran tahunan kepada CERN sebesar 1 miliar franc Swiss (US$1,15 milyar). Keanggotaan juga memungkinkan kontrak kerja perusahaan-perusahaan dari Israel memanfaatkan laboratorium.

Sedangkan untuk maju ke keanggotaan penuh, juru bicara CERN James Gillies, mengatakan semua pasti terjadi terutama mengingat kehadiran lama para ilmuwan Israel di laboratorium.

"Tidak ada alasan Israel tidak bisa menjadi anggota. Fisikawan Israel telah bekerja di sini untuk waktu lama dan mereka cukup terintegrasi dengan baik," kata James Gillies.

Eliezer Rabinovici, fisikawan teoritis dari Hebrew University of Jerusalem, berharap bergabungnya Isreal di CERN tidak memunculkan iri dan dengki tetapi justru mengilhami negara-negara Arab untuk mencoba bergabung juga.

"Bagi saya, CERN adalah United," kata Rabinovici.

Gillies mengatakan Maroko dan Mesir sudah memiliki kontingen di CERN. Kendali keanggotaan CERN terbuka untuk negara mana pun.

James Gillies : http://press.web.cern.ch/press/ContactUs.html
Eliezer Rabinovici http://www.huji.ac.il/huji/eng/

Gambar : http://press.web.cern.ch
Tinuku Store