Lautan Asam Kepunahan Massal Permian 250 juta Lalu

Tinuku
News KeSimpulan.com - Lautan asam mendorong kepunahan massal 250 juta tahun lalu dengan mengubah pH air, begitu cepat dan membuat kehidupan mengalami luka parah.

Sekarang para ilmuwan meneliti bagaimana salah satu pembunuh yaitu asam melakukan perbuatan tersebut dengan sempurna. Tingginya karbon dioksida atmosfer mengubah lautan menjadi asam yang membunuh makhluk laut.

"Ini stressor lain dalam sistem yang mungkin telah mendorong segalanya menuju kepunahan," kata Alvaro Montenegro, klimatolog simulator dari St Francis Xavier University di Antigonish, Nova Scotia, melapor ke Paleoceanography.

Pada akhir waktu geologi periode Permian lebih dari 90 persen spesies laut dan 75 persen spesies terestrial lenyap. Beberapa tersangka termasuk minimnya oksigen lautan, sendawa sulfida hidrogen dari dalam, shutdown siklus hara laut, dan letusan besar gunung berapi.

Menggunakan model iklim yang dikembangkan di University of Victoria, Montenegro dan rekannya menganalisis hipotetis dengan mencampur dan mencocokkan susunan benua, topografi dasar laut dan tingkat karbon dioksida atmosfer.

Pada level 3.000 bagian per sejuta karbon dioksida di atmosfer (sekitar 10 kali tingkat praindustri modern) banyak gas terlarut dalam air laut, membentuk asam karbonat dan melepaskan ion hidrogen.

Keasaman diukur pada skala pH, semakin rendah angka semakin asam air. Lautan saat ini memiliki pH sekitar 8.1 dimana para akhir Permian sekitar 7,3 di khatulistiwa dan 7,1 di kutub. Keasaman membuat sulit organisme laut menggunakan kalsium karbonat untuk membangun cangkang pelindung.

Samudera hari ini juga tumbuh lebih asam karena karbon dioksida atmosfer bersendawa bersama pembakaran bahan bakar fosil dan sumber-sumber lain. Dulu, sebagian besar gas berasal dari letusan gunung berapi besar di Siberia.

Semakin cepat karbon dioksida di atmosfer semakin cepat asam laut, jika konsentrasi gas meningkat dengan cepat, kata Jonathan Payne, paleobiolog dari Stanford University.

"Maka model ini dapat menjadi representasi bagaimana iklim berubah," kata Payne.

Tetapi analisis Montenegro tidak termasuk faktor-faktor seperti pelapukan karbon dari permukaan tanah dan masuk ke lautan sebagai pemain penting dalam siklus karbon, kata Lee Kump, klimatolog simulator dari Pennsylvania State University di University Park.
  1. A. Montenegro (Department of Earth Sciences, St. Francis Xavier University, Antigonish, Nova Scotia, Canada; Environmental Sciences Research Centre, St. Francis Xavier University, Antigonish, Nova Scotia, Canada) et.al. Climate simulations of the Permian-Triassic boundary: Ocean acidification and the extinction event. Paleoceanography, Vol.26, PA3207, 19 PP., 2011, DPI:10.1029/2010PA002058
Alvaro Montenegro http://esrc.stfx.ca/people/Montenegro.html
Jonathan Payne http://pangea.stanford.edu/people/faculty/jonathan-payne
Lee Kump http://www.eesi.psu.edu/people/Kump.shtml
Tinuku Store