Planet Kepler-16b Star Wars Mengorbit Bintang Kembar

Tinuku
News KeSimpulan.com - Satu lagi planet 'Star Wars' ditemukan. Fiksi ilmiah berubah menjadi kenyataan. Para astronom mendeteksi sebuah planet mengorbit dua bintang.

Saat konferensi Extreme Solar Systems II di Wyoming peneliti menjuluki Tatooine setelah Luke Skywalker memandang 'Matahari kembar' terbenam di senja hari menjadi kenyataan, dari fiksi media menjadi non fiksi media seperti KeSimpulan.com.

"Sekali lagi, kami menemukan sistem tata surya kita hanya satu contoh dari berbagai sistem planet yang dibuat alam," kata Josh Carter, astronom dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics.

Planet Kepler-16b adalah gas raksasa seukuran Saturnus dan mengorbit pada jarak 105 juta kilometer dari bintang host, mirip jarak Venus mengorbit Matahari. Tetapi suhu permukaan Kepler-16b antara -70oC hingga -100o dan kedua bintang lebih kecil dan lebih dingin dari Matahari.

Planet berjarak 200 tahun cahaya dari Bumi terdeteksi teleskop wahana NASA Kepler saat planet melintasi bintang host yang disebut transit. Planet transit mengurangi jumlah cahaya bintang yang diterima teleskop.

Jumlah, durasi dan frekuensi memberi kedipan mata kepada para astronom yang memungkinkan menghitung ukuran planet dan jarak dengan bintang. Namun, menghitung ukuran dan orbit Kepler-16b lebih sulit karena transit 2 bintang membuat perubahan tambahan cahaya.

Simon O'Toole, astronom dari Australian Astronomical Observatory di Sydney ketika di sebuah proyek astronom amatir pernah mendeteksi planet yang mengorbit bintang biner menggunakan teleskop darat.

"Kami memiliki petunjuk hal semacam ini sebelumnya, tapi temuan baru adalah pertama kalinya Anda dapat mengatakan dengan pasti bahwa ini planet," kata O'Toole.

Kedua Matahari di langit Kepler 16b memiliki warna berbeda dan ukuran berbeda dengan satu merah dan satunya oranye. Bintang oranye 100 kali lebih terang dibanding bintang merah.

"Alam selalu lebih menakjubkan. Anda akan melihat Matahari terbenam berbeda setiap hari!" kata Laurance Doyle, astrofisikawan dari SETI Institute di Mountain View, California, melapor ke Science.

Dari sudut pandang planet, bintang-bintang dipisahkan maksimum 20 derajat, sekitar dua kali ukuran kepalan tangan. Tapi karena kedua bintang berayun satu sama lain maka jarak mereka di langit terus-menerus berubah dari sudut pandang planet, kata Doyle.

"Kedua bintang tidak akan terbit dan terbenam bersamaan. Ini lebih dramatis daripada Star Wars," kata Doyle.

Mungkin ada 2 juta planet transit terdeteksi dalam sistem bintang biner di galaksi. Kepler-16 terlihat di langit malam konstelasi Cygnus.

"Ini temuan sangat penting. Ketika teori dan modeling memprediksi hal-hal yang harus terjadi, ini adalah salah satu darinya," kata Andrew Howard, astronom dari University of California di Berkeley.

Darren Williams, astronom dari Pennsylvania State University di Erie, mengatakan visi sutradara Star Wars, George Lucas dengan sistem planet dan tata surya telah berubah menjadi nyata di tempatnya.

"Lucas selalu dalam pandangan saya untuk 2 atau 3 dekade ke depan ilmu pengetahuan," kata Williams.



  1. Laurance R. Doyle (Carl Sagan Center for the Study of Life in the Universe, SETI Institute, 189 Bernardo Avenue, Mountain View, CA 94043, USA) et.al. Kepler-16: A Transiting Circumbinary Planet. Science, 16 September 2011: Vol.333 no.6049 pp.1602-1606, DOI:10.1126/science.1210923
Josh Carter https://www.cfa.harvard.edu/~jacarter/
Simon O'Toole http://www.aao.gov.au/local/www/otoole/
Laurance Doyle http://www.seti.org/meet-our-scientists/laurance-doyle
Andrew Howard http://astro.berkeley.edu/~howard/
Darren Williams http://physics.bd.psu.edu/faculty/williams/

Kepler space telescope http://kepler.nasa.gov/
Extreme Solar Systems II http://ciera.northwestern.edu/Jackson2011/

Video : NASAames's Channel http://www.youtube.com/user/nasaames
Tinuku Store