Wahana NASA Aquarius SAC-D Memetakan Salinitas Laut

Tinuku
News KeSimpulan.com - Instrumen baru wahana NASA Aquarius produksi peta global pertama salinitas permukaan laut, memberikan sekilas awal bagi misi antisipasi dan iklim.

Wahana Aquarius atau observatorium SAC-D (Satelit de Aplicaciones Científicas) membuat pengamatan antariksa pertama NASA untuk variasi salinitas permukaan laut.

Perubahan salinitas terkait dengan alur air tawar di permukaan planet dan sirkulasi laut sebagai komponen kunci iklim Bumi.

"Data salinitas Aquarius menunjukkan kualitas jauh lebih tinggi dari yang diharapkan dilihat di awal misi," kata Gary Lagerloef, peneliti utama Aquarius di Earth & Space Research di Seattle.

"Aquarius memungkinkan para ilmuwan mengeksplorasi korelasi antara curah hujan global, arus laut dan variasi iklim," kata Lagerloef.

Peta baru menunjukkan permadani pola salinitas dimana kemampuan Aquarius mendeteksi fitur skala besar distribusi salinitas dengan kontras tajam.

Misi diluncurkan 10 Juni dari Vandenberg Air Force Base di California. Aquarius/SAC-D adalah kolaborasi NASA dan badan antariksa Argentina Comision Nacional de Actividades Espaciales (CONAE).

"Aquarius/SAC-D mendorong pemahaman kita tentang salinitas permukaan laut dan siklus air Bumi," kata Michael Freilich, direktur NASA's Earth Science Division di Mabes Washington D.C.

"Aquarius terus menerus dan konsisten dalam pengukuran global salinitas laut termasuk pengukuran di tempat kita belum pernah melihat sebelumnya," kata Freilich.

Untuk menghasilkan peta, ilmuwan Aquarius membandingkan data awal dengan data salinitas referensi permukaan laut. Meskipun data awal mengandung beberapa ketidakpastian dan membutuhkan kalibrasi serta validasi tambahan.

"Aquarius memapar pola salinitas permukaan laut yang beragam di berbagai skala," kata Arnold Gordon, anggota tim sains Aquarius dan oseanografer dari Lamont-Doherty Earth Observatory di Columbia University, Palisades, NY.

"Ini momen besar dalam sejarah oseanografi. Gambar pertama memunculkan banyak pertanyaan dan ahli kelautan ditantang untuk menjelaskan," kata Gordon.

Peta menunjukkan beberapa fitur salinitas laut seperti salinitas lebih tinggi di subtropis, rata-rata lebih tinggi di Samudera Atlantik dibandingkan dengan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, dan salinitas rendah di sabuk hujan dekat khatulistiwa Samudra Pasifik utara dan di tempat lain.

Fitur-fitur skala besar pola curah hujan dan penguapan laut, aliran sungai dan sirkulasi laut. Aquarius memantau bagaimana perubahan fitur dan studi korelasional untuk variasi iklim dan cuaca.

Fitur regional lain termasuk kontras yang tajam antara salinitas tinggi wilayah gersang di Laut Arab, sebelah barat India, dan salinitas rendah di Teluk Benggala sebelah timur yang didominasi oleh Sungai Gangga dan musim hujan Asia selatan.

Data juga menunjukkan rincian detail penting seperti batas rendah salinitas air terkait dengan aliran air dari Sungai Amazon. *NASA

Info lanjut Aquarius/SAC-D : http://aquarius.nasa.gov/

NASA http://www.nasa.gov/
CONAE http://www.conae.gov.ar/

Gambar : NASA
Video : NASAexplorer's Channel http://www.youtube.com/user/NASAexplorer



Tinuku Store