Cat Pigmen Merah Sanggar Seni Homo sapiens Gua Blombos

Tinuku
News KeSimpulan.com - Sanggar seni cat zaman batu menerawang jauh bagaimana orang kuno berimajinasi membuat dan menyimpan cairan berwarna merah.

Sebelum Vincent Van Gogh mengkuas cat ke kanvas, manusia sudah mengekspresikan diri melalui media pigmen 100.000 tahun lalu di lorong gua pantai Afrika Selatan.

Manusia Batu mengolah cat warna merah yang disimpan dalam cangkang abalone. Mungkin kosmetik tertua untuk menghias diri sendiri atau untuk upacara ritual bahkan mungkin pelindung diri dari serangga.

Dalam kemajuan teknologi yang mengesankan pada waktu itu, mengumpulkan komponen senyawa berpigmen, memproduksi substansi dan menyimpan merupakan inovasi peradaban.

"Cangkang abalone wadah cat di situs ini merupakan wadah tertua," kata Christopher Henshilwood, arkeolog dari University of Bergen di Norwegia.

"Homo sapiens Gua Blombos 100.000 tahun lalu memiliki pengetahuan dan kemampuan dasar kimia serta membuat rencana jangka panjang," kata Henshilwood.

Penggalian di Blombos menemukan tool kit kuno yang mengandung oksida besi dikenal sebagai oker. Sebuah alat digosokkan pada lempengan batu untuk menghasilkan bubuk merah lalu dipanaskan dan bubuk tulang hewan sebagai lem.

Beberapa kit alat-alat batu berwarna merah oker, berserak di atas dan di bawah cangkang abalone yang sebagian dilapisi campuran merah. Tulang hewan panjang 6 cm juga berwarnai merah di ujung mungkin pengaduk cat dan penyeka pada orang atau benda.

Ada kemungkinan zat ini adalah lem yang digunakan untuk merekatkan alat-alat batu dengan kayu sebagai pegangan, namun para peneliti tidak menemukan bukti substansi lengket seperti lem pada sisa-sisa campuran.

"Sulit mengatakan apa yang mereka lakukan dengan barang itu. Saya akan menyebutnya cat," kata Sally McBrearty, antropolog University of Connecticut di Storrs.

Apapun fungsi kit Blombos menyiratkan orang dengan hati-hati merencanakan dengan mengumpulkan berbagai bahan yang dicampur dalam urutan tertentu untuk menghasilkan suatu senyawa.

"Sangat menakjubkan. Tingkat organisasi, niat dan industri. Ini dipikirkan dan diulang sehingga sebuah produksi cat yang sistematis," kata Paul Pettitt, antropolog University of Sheffield, Inggris.

Seni paling awal dibuat 35.000 tahun yang lalu di gua Chauvet selatan timur Perancis dan bukti awal produksi pigmen oker berdating 60.000 tahun lalu. Bagaimanapun Blombos menunjukkan manusia kuno melakukan kegiatan terorganisir membuat dan menggunakan pigmen jauh lebih awal dari sebelumnya.

Kompleksitas berpikir canggih telah ditandai Neanderthal Eropa yang memanaskan pada suhu tinggi untuk membuat alat perekat lebih dari 100.000 tahun lalu, kata Richard Klein, antropolog Stanford University.

Temuan juga menghadirkan fragmen arang, biji-bijian dan cairan yang tidak diketahui fungsinya. Tim melapor ke Science.

Meskipun peneliti harus menguji resep kuno Blombos sebagai perekat, cat atau beberapa produk lain, membuat senyawa apapun menyiratkan kognisi kompleks, kata Lyn Wadley, arkeolog University of the Witwatersrand di Johannesburg.
  1. Christopher S. Henshilwood (Institute for Archaeology, History, Culture and Religion, University of Bergen, Øysteinsgate 3, 5007 Bergen, Norway; Institute for Human Evolution, University of the Witwatersrand, Johannesburg, South Africa) et.al. A 100,000-Year-Old Ochre-Processing Workshop at Blombos Cave, South Africa. Science 14 October 2011: Vol.334 no.6053 pp.219-222, DOI:10.1126/science.1211535
Christopher Henshilwood http://www.uib.no/personer/Christopher.Henshilwood
Sally McBrearty http://www.anth.uconn.edu/faculty/mcbrearty/
Paul Pettitt http://www.shef.ac.uk/archaeology/staff/pettitt.html
Richard Klein http://www.stanford.edu/dept/anthropology/cgi-bin/web/?q=node/107
Lyn Wadley http://www.wits.ac.za/academic/research/ihe/staff/7123/lynwadley.html

Gambar : Science/AAAS
Video : PRI's Channel http://www.youtube.com/user/PRI

Tinuku Store