Eropa Songsong Era Baru Sistem Satelit Navigasi Galileo

Tinuku
News KeSimpulan.com - Peluncuran Galileo membawa era baru. Hari ini Eropa merayakan hari kemerdekaan tonggak awal era komunikasi tanpa ketergantungan pada GPS.

European Space Agency (ESA) telah meluncurkan tahap pertama teknologi Satelit Navigasi Galileo sebagai awal dari akhir ketergantungan Eropa pada GPS Amerika Serikat.

Galileo total 30 rangkaian satelit diharapkan meningkatkan navigasi dan sains seperti deteksi lempeng tektonik. Selain itu gabungan informasi dari GPS dan Galileo harus lebih akurat menentukan posisi dibanding hanya GPS saja.

GPS dijalankan oleh militer AS sedangkan Galileo inisiatif sipil yang dirintis selama 12 tahun dan menelan anggaran €2 milyar. Semua satelit harus mengudara tahun 2020 dengan total biaya €5 miliar. Mungkin setara dengan uang rakyat Indonesia yang telah dicuri para koruptor senayan.

Satelit diroketkan Soyuz Rusia di Guyana Perancis juga pertama kali soyuz meluncur di luar kandang Uni Soviet. Pada tahun 2015 diharapkan 18 satelit sudah ditambahkan dan cukup bagi Eropa memiliki sistem navigasi tanpa GPS.

Rangkaian satelit Galileo memiliki lintasan terbang lebih luas dibanding satelit GPS sehingga memiliki cakupan lebih baik di lintang utara dan selatan.

ESA mengatakan Galileo memberi akurasi posisi di bawah meter. Saat dikombinasikan dengan GPS, para peneliti dapat memantau gerakan lempeng tektonik dengan akurasi di bawah milimeter.

Resolusi navigasi sinyal rangkaian satelit secara bersamaan memperkecil kesalahan akibat distorsi atmosfer sehingga tingkat akurasi milimeter dapat dicapai setelah perhitungan selama beberapa jam dan bukan 24 jam seperti yang selama ini dilakukan. Resolusi waktu juga memungkinkan lebih akurat untuk prediksi, misalnya, gempa Bumi atau tsunami.

Satelit Galileo http://www.esa.int/esaNA/galileo.html
GPS http://www.gps.gov/

Gambar : ESA
Video : ESA's Channel http://www.youtube.com/user/ESA

Tinuku Store