Kedipan Sinar Gamma Energi Tinggi Pulsar Nebula Kepiting

Tinuku
News KeSimpulan.com - Seribu tahun yang lalu, sebuah suar cahaya terang menyala di langit, bersinar terang bahkan di siang hari dan terlihat selama hampir sebulan.

Orang-orang mungkin yakin rombongan para malaihat turun dari surga membawa wahyu kepada nabi untuk mencuci otak manusia di Bumi yang penuh dosa.

Namun pada hari ini, kita sudah tahu bahwa mereka menyaksikan sebuah bintang meledak yang meninggalkan sisa-sisa gas yang dikenal di Nebula Kepiting.

Objek terus mempesona astronom hingga kini dengan memompa keluar radiasi pada energi yang lebih tinggi.

"Setelah bertahun-tahun pengamatan, kami memiliki pemahaman bagaimana ini terjadi dan model memprediksi peluruhan eksponensial spektrum emisi di atas sekitar 10 GeV," kata David Williams, fisikawan dari UC Santa Cruz.

Para peneliti mendeteksi pulsa sinar gamma lebih dari 100 miliar elektron-volt (100 GeV), satu juta kali lebih energik dari X-ray di rumah sakit dan 100 miliar kali dari cahaya tampak.

"Jika tahun lalu Anda bertanya kepada teoretikus apakah kita melihat pulsa energik sinar gamma ini, semua akan mengatakan 'Tidak'. Tidak ada teori yang dapat menjelaskan apa yang kami temukan," kata Martin Schroedter, astronom dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics (CFA).

Sinar gamma datang dari sebuah objek ekstrim di pusat Nebula Kepiting yang dikenal sebagai pulsar. Sebuah pulsar adalah spin bintang neutron yaitu inti sebuah bintang masif yang runtuh seketika.

Bintang neutron hanya memiliki luas beberapa mil namun sangat padat dengan massa lebih berat dari Matahari.

Pulsar berputar 30 kali per detik, pulsar Kepiting menghasilkan sinar radiasi dari medan magnet yang berputar. Blok menyinari sekitarnya seperti rotasi mercusuar karena tidak selaras dengan sumbu rotasi bintang. Jadi, meskipun stabil, pulsar terdeteksi di Bumi sebagai radiasi pulsa cepat.

Nepomuk Otte, postdoct astrofisikawan di University of California, Santa Cruz, mengatakan beberapa peneliti menganggapnya gila dengan mencari emisi pulsar dalam energi alam.

"Ternyata kegigihan dan keras kepala membantu. Hasil ini menempatkan masalah baru pada mekanisme bagaimana emisi sinar gamma dihasilkan," kata Otte.

Beberapa skenario mungkin dapat menjelaskan data, tetapi butuh lebih banyak data lagi atau bahkan butuh sebuah observatorium generasi baru untuk benar-benar memahami mekanisme di balik pulsa sinar gamma.

Rene Ong, astrofisikawan dari University of California, Los Angeles, mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mendapatkan wawasan yang lebih banyak untuk temuan mengejutkan ini.

"Kita perlu melakukan pengukuran lebih banyak dan mendapatkan bentuk yang tepat spektrum pada energi ini sangat tinggi," kata Ong.

Gamma-ray pulses yang terdeteksi Very Energetic Radiation Imaging Telescope Array System (VERITAS), sebuah observatorium sinar gamma terletak di Smithsonian's Whipple Observatory, Tucson, Arizona, memiliki pulsa energi paling kuat di belahan Bumi utara.

VERITAS : http://veritas.sao.arizona.edu/

Para astronom mengamati energi sangat tinggi sinar gamma dengan teleskop berbasis darat Cherenkov. Sinar gamma datang dari kosmik "particle accelerators" yang diserap atmosfer Bumi, menciptakan sauna partikel subatomik.

Teleskop Cherenkov mendeteksi kedipan cepat samar cahaya biru yang memancarkan partikel-partikel (disebut Cherenkov light) menggunakan kamera super sensitif untuk menyimpulkan arah kedatangan awal energi sinar gamma.

Teknik ini digunakan observatorium sinar gamma di seluruh dunia. Pertama kali dipelopori oleh Trevor Weekes, astronom dari CFA, menggunakan teleskop Cherenkov 10 meter di Whipple Observatory.
  1. The VERITAS Collaboration. Detection of Pulsed Gamma Rays Above 100 GeV from the Crab Pulsar. Science, 7 October 2011: Vol.334 no.6052 pp.69-72, DOI:10.1126/science.1208192
David Williams http://scipp.ucsc.edu/~daw/
Martin Schroedter http://www.cfa.harvard.edu/
Nepomuk Otte http://scipp.ucsc.edu/personnel/
Rene Ong http://www.astro.ucla.edu/~rene/

Gambar : M. SubbaRao, S. Criswell, B. Humensky, dan J.F. Salgado
Video : NASAexplorer's Channel http://www.youtube.com/user/NASAexplorer

Tinuku Store