Pengadilan Eropa Larang Paten Sel Induk Embrionik Manusia

Tinuku
News KeSimpulan.com - Pengadilan Eropa melarang paten yang melibatkan sel induk embrionik manusia. Namun para ahli mengatakan justru membuka peluang riset lebih luas.

Kelompok lingkungan Greenpeace memenangkan pertempuran di Eropa untuk mencegah pematenan sel induk embrio manusia (human embryonic stem atau hES). Proses dan produk yang melibatkan sel-sel tersebut agar tidak bisa dipatenkan di Uni Eropa.

Kehakiman Uni Eropa untuk Paten tersebut mengacu pada Petunjuk 1998 E.U. yang melarang "penggunaan embrio manusia untuk keperluan industri atau komersial".

Banyak ilmuwan sel induk menilai keputusan ini menghambat berbagai penelitian aplikasi terapeutik sel ES. Namun beberapa ahli hukum paten mengatakan dampaknya mungkin terbatas. Bahkan justru meningkatkan riset sel hES karena siapapun bebas dari tuntutan kekayaan intelektual.

Kasus diajukan Greenpeace tahun 2004 terhadap paten Jerman yang diberikan kepada neurolog Oliver Brüstle tahun 1999. Paten mencakup metode untuk mengubah sel-sel ES menjadi prekursor sel saraf mamalia.

Greenpeace menantang paten dengan alasan mencegah komersialisasi embrio manusia dan sebuah Pengadilan Paten Federal Jerman setuju bahwa paten tidak valid untuk aplikasi penggunaan sel manusia.

Brüstle yang bekerja di University of Bonn naik banding ke Pengadilan Kehakiman Federal Jerman. Bahkan kasus dinaikkan ke Pengadilan Eropa untuk beberapa pertanyaan apakah hukum Uni Eropa mengacu pada "embrio manusia" dan apakah larangan juga mencakup paten yang tidak melibatkan embrio langsung tetapi penggunaan embrio "merupakan prasyarat yang diperlukan" untuk proses produk.

Panel 14 hakim memutuskan "embrio manusia" dalam European Patent Directive mencakup "setiap sel telur manusia setelah pembuahan" serta produk dari eskperimen transfer nuklir atau parthenote yaitu sebuah telur yang tidak dibuahi tetapi dibuat membagi.

Pengadilan juga memutuskan jika "subjek aplikasi paten membutuhkan penghancuran embrio manusia sebelum atau menggunakan sebagai bahan dasar" adalah aplikasi yang tidak dipatenkan.

Christoph Then, pengacara paten Greenpeace menyambut keputusan tersebut. Sebaliknya reaksi awal Brüstle dan para ilmuwan sel induk lainnya kecewa

"Pengadilan jelas memperkuat perlindungan kehidupan manusia atas kepentingan ekonomi," kata Then.

"Ini bencana. Sebuah pesan yang sangat mengecewakan bagi para peneliti Eropa," kata Brüstle.

Namun pengamat lain mengatakan dampak relatif kecil. Perusahaan berbasis di Eropa masih dapat file untuk paten di Amerika Serikat dan negara-negara lain di mana hak paten berlaku. Dan setiap terapi menggunakan sel ES harus melalui rintangan regulasi yang signifikan sebelum disetujui untuk digunakan di Eropa.

"Dalam kerangka peraturan saat ini maka hampir mustahil untuk meyakinkan regulator menyetujui generik," kata Alexander Denoon, pengacara hukum di Lawford Davies Denoon yang mengkhususkan diri dalam paten bioteknologi.

"Jadi peraturan untuk obat-obatan yang disetujui tetap sangat tinggi," kata Denoon.
Tinuku Store