Perangkat Lunak Prediksi Lokasi Kejahatan Masa Depan

Tinuku
News KeSimpulan.com - Polisi melacak kejahatan yang belum terjadi. Sebuah uji coba perangkat lunak berisi algoritma "after crime" dan "pre crime” untuk memprediksi kejahatan.

Mobil patroli datang dan berhenti di lingkungan perumahan kota pantai Santa Cruz pada suatu siang. Dua personil polisi dengan seragam dinas dan mobil patroli terlihat mencolok di tempat tersebut.

Mereka tidak sedang melakukan tugas rutin tetapi sebuah perangkat lunak peramalan kejahatan mengirim kedua personil polisi tersebut untuk menciptakan suasana tenang oleh kehadiran mereka.

Departemen kepolisian Santa Cruz baru-baru ini memulai uji coba lapangan sebuah pre-crime software di mana kejahatan mungkin dilakukan menggunakan lokasi kejadian masa lalu untuk memprediksi kemungkinan kejahatan di masa depan.

Polisi kemudian menargetkan patroli di wilayah-wilayah dengan harapan kehadirannya bisa menghentikan kejahatan yang diprediksi. Jika tidak mencegah paling tidak dapat membantu korban dan melakukan penangkapan.

Program ini dibangun oleh George Mohler, matematikawan dari Santa Clara University di California, dan rekannya, berdasarkan hipotesis bahwa potensi kejahatan mengikuti pola prediktif.

Pada tahun 2010, tim Mohler menggunakan formula yang digunakan untuk memprediksi gempa susulan dimodifikasi untuk sebuah program menggunakan tanggal dan waktu kejahatan.

Rata-rata program meramalkan lokasi dan waktu 25 persen tindak pencurian aktual terjadi pada hari dan wilayah tertentu di Los Angeles pada tahun 2004 dan 2005.

Sekarang program menjalani uji lapangan pertama di Santa Cruz. Setiap hari tersusun 10 plot wilayah masing-masing 150 meter persegi untuk masing-masing 3 jenis kejahatan yaitu pencurian di rumah, pencurian mobil dan pembobolan mobil.

Update program terjadi setiap malam dengan data baru dan menghitung probabilitas lokasi untuk hari berikutnya. Santa Cruz adalah kota kecil tetapi dipilih untuk uji coba menguji algoritma karena tempat menantang terutama memiliki penduduk dinamis dengan turis dan mahasiswa.

Seharusnya program terbukti efektif dengan cepat dapat diterapkan di kota-kota lain, kata Jeffrey Brantingham, antropolog dari University of California, Los Angeles.
  1. G. O. Mohler (Department of Mathematics and Computer Science, Santa Clara University, Santa Clara, CA 95053) et.al. Self-Exciting Point Process Modeling of Crime. Journal of the American Statistical Association, March 1, 2011, 106(493): 100-108. DOI:10.1198/jasa.2011.ap09546
George Mohler http://math.scu.edu/~gmohler/homepage.html
Jeffrey Brantingham http://paleo.sscnet.ucla.edu/

About the software http://math.scu.edu/~gmohler/predpol.html

Gambar : George Mohler
Tinuku Store