Siklus Kekerasan Terhadap Anak Diwariskan Sula granti

Tinuku
News KeSimpulan.com - Buah kelapa jatuh tidak jauh dari pohonnya. Anak-anak korban kekerasan tumbuh menjadi pelaku kekerasan terhadap anak di kemudian hari.

Adegan terjadi sehari-hari dalam koloni Nazca boobies (Sula granti) di Kepulauan Galapagos. Burung remaja mulai mempraktekkan kekerasan kepada anak burung dengan mematuk yang menyebabkan luka hingga kematian.

Tetapi jika anak ayam korban kekerasan tersebut dapat bertahan, ketika matang dan dewasa, tumbuh menjadi pelaku kekerasan terhadap anak burung anggota sarang lain.

Para peneliti mendokumentasikan sebuah "siklus kekerasan" ke jurnal The Auk yang biasanya digunakan untuk menjelaskan pelecehan anak pada manusia telah ditemukan dalam populasi hewan liar.

Anak-anak yang menderita serangan oleh orang dewasa sering tumbuh menjadi pelaku pelecehan pada anak-anak mereka. Monyet rhesus mungkin menunjukkan beberapa perilaku serupa. Tapi sulit untuk meneliti siklus ini terjadi pada spesies di luar primata.

Di pulau Española Galápagos, anak-anak Nazca mendapat perlakukan kekerasan dari orang dewasa pada tingkat mengkhawatirkan dan para peneliti mengatakan perilaku burung menawarkan sebuah model linier pada manusia.

"Kekerasan pada anak burung laut adalah salah satu hal pertama yang Anda perhatikan," kata David Anderson, evolusionis ekologi dari Wake Forest University di Winston-Salem, North Carolina, yang telah mengamati Sula granti sejak tahun 1984.

Anderson dan rekannya mengumpulkan data 3 musim perkembangan. Fokus mengidentifikasi 24 burung dengan luka korban kekerasan dan melacak mereka hingga dewasa.

"Sejarah seekor burung korban sasaran pelecehan menjadi prediktor terkuat setelah dewasa," kata Anderson.

Anderson mengatakan perilaku burung mirip dengan manusia tapi dengan perbedaan mendasar. Pada manusia, pelaku paling sering berhubungan dengan anak sendiri. Para boobies, bagaimanapun, menyerang anak yang tidak terkait.

Korban sering menjadi pelaku setelah orang dewasa mungkin karena perilaku sebelumnya memberi efek hormonal. Namun para ilmuwan belum menemukan penjelasan evolusi untuk perilaku burung-burung.

"Ada beberapa elemen psikologis yang bermain mengingat minat intens pelaku pada anak-anak," kata Anderson.

"Mungkin ada efek samping maladaptif," kata Scott Forbes, biolog dari University of Winnipeg di Kanada.

Forbes sependapat Sula granti menyediakan model untuk mempelajari penyebab pelecehan anak pada manusia. Namun belum yakin bahwa pelecehan pada perempuan terjadi pada Sula granti.

"Sangat menarik melihat efek pengalaman awal antar generasi dan hormon," kata Dario Maestripieri, biobehavioris dari Universitas Chicago di Illinois.

"Tapi apa yang terjadi pada manusia adalah patologis, sedangkan burung terprogram untuk menyerang karena orang tua hanya dapat menangani satu anak," kata Maestripieri.
  1. Martina S Muller, Elaine T Porter, Jacquelyn K Grace, Jill A Awkerman, Kevin T Birchler, Alex R Gunderson, Eric G Schneider, Mark A Westbrock and David J. Anderson. Maltreated nestlings exhibit correlated maltreatment as adults: evidence of a “cycle of violence” in Nazca boobies (Sula granti). The Auk, DOI:10.1525/auk.2011.11008
David Anderson http://www.wfu.edu/~djanders/anderson.htm
Scott Forbes http://ion.uwinnipeg.ca/~forbes/
Dario Maestripieri http://primate.uchicago.edu/dario.htm

Nazca boobies http://en.wikipedia.org/wiki/Nazca_Booby
Tinuku Store