Biosekuriti AS Khawatir Publikasi Modifikasi Virus H5N1

Tinuku
News KeSimpulan.com - Terkunci di gedung fakultas kedokteran Erasmus Medical Centre di Rotterdam, Belanda dan hanya segelintir ilmuwan yang bisa masuk.

Sebuah strain virus flu H5N1 telah dimodifikasi secara genetik berulang kali pada musang. Virus ini lebih mematikan dan mudah mengudara. Lima mutasi terjadi secara terpisah di alam liar.

H5N1 membunuh lebih dari separuh orang yang terinfeksi, tetapi tidak mudah transfer dari orang ke orang.

Ron Fouchier, virulog Erasmus Medical Centre, di sebuah konferensi flu European Scientific Working group on Influenza (ESWI) di Malta, September lalu, mengatakan 2 mutasi H5N1 telah beradaptasi ke mamalia.

Sekarang Fouchier dan tim lain dipimpin Yoshihiro Kawaoka, virulog University of Wisconsin, Madison, dan University of Tokyo, melaporkan hasil modifikasi terbaru mereka ke Science.

Tetapi US National Science Advisory Board for Biosecurity menyatakan temuan dapat disalahgunakan untuk menimbulkan ancaman biologis. Laporan penelitian ditahan untuk publikasi karena khawatir informasi jatuh ke tangan yang salah.

"Saya tidak berpikir antraks tidak menakutkan dibandingkan dengan ini," kata Paul Keim dari U.S. National Science Advisory Board for Biosecurity (NSABB).

Para ilmuwan sudah lama curiga flu H1N1 yang memukul dunia tahun 2009 berasal dari flu tahun 1977 yang dimodifikasi di laboratorium Rusia atau Cina.

"Penelitian ini seharusnya tidak pernah dilakukan," kata Richard Ebright, biolog molekuler Rutgers University di Piscataway, New Jersey, dan Howard Hughes Medical Institute.

Penelitian sains mamberi potensi manfaat kesehatan kepada publik tetapi juga bisa berguna untuk tujuan jahat seperti biowarfare atau bioterorisme.

"Manfaat dari publikasi penelitian ini tidak sebanding dengan bahaya yang diakibatkan ketika orang lain menirunya," kata Thomas Ingelsby dari Center for Biosecurity di University of Pittsburgh di Pennsylvania.

"Kesalahan kecil di laboratorium memiliki konsekuensi global yang mengerikan," kata Ingelsby.

Ingelsby telah lama memperingatkan risiko bioteror. Seseorang bisa membuat menjadi senjata, tetapi ancaman lebih mungkin ketika lebih banyak ilmuwan bekerja dengan modifikasi virus.

"Potensi virus yang mengejutkan," kata DA Henderson dari Center for Biosecurity dan pelopor pemberantasan cacar.

Jika virus membunuh 50 persen orang yang tertular maka "bencana terlihat" mengingat kemampuan dunia sangat lambat dan terbatas dalam membuat vaksin.

Daniel Perez dari University of Maryland di College Park mengatakan publikasi lebih terkait biosekuriti, tidak kurang. Mutasi untuk mencari sumber H5N1 alami dan mengapa pemantauan tersebut diperlukan.

"H5N1 di luar kendali," kata Perez.

Sejauh ini tim Rotterdam belum berkomentar. Pada konferensi di Malta, mereka mengatakan eksperimen telah disetujui oleh Dutch Commission on Genetic Modification (COGEM) dan reviewer internasional.

Eksperimen tim Fouchier dan Kawaoka untuk menjawab pertanyaan lama yang membingungkan para ilmuwan: Mengapa H5N1 yang jarang menyebabkan penyakit pada manusia, memiliki potensi memicu pandemi?

Virus ini menghancurkan unggas di 3 benua sejak muncul di Asia tahun 1997. Kasus-kasus fatal pada manusia langka terjadi karena virus tidak efisien tranfer antar manusia.

Beberapa ilmuwan berpikir virus tidak mampu memicu pandemi karena adaptasi dengan host manusia membuatnya tidak dapat mereproduksi. Beberapa ilmuwan percaya virus perlu perombakan gen dengan strain manusia, sebuah proses yang disebut reassortment.

Berdasarkan pengalaman masa lalu, ilmuwan berpendapat pandemi flu hanya dapat disebabkan oleh H1, H2, H3 dan virus saling bertukar satu sama lain dalam populasi manusia setiap dekade, tapi tidak pada H5.

"Alam jauh lebih mungkin memdatangkan influenza patogenik dibanding buatan kita," kata Peter Palese dari Mount Sinai School of Medicine di New York.

Nobelis 1996 Peter Doherty dari University of Melbourne di Australia, mengatakan H5N1 banyak bermutasi dan virolog mengetahui dari musang sehingga mereka dapat menyaksikan mutasi.

"Ancaman nyata bioteror berasal dari alam itu sendiri," kata Doherty.
ESWI http://www.eswi.org/
NSABB http://oba.od.nih.gov/biosecurity/about_nsabb.html
COGEM http://www.cogem.net/

Tinuku Store