Dua Tahap Evolusi Sosial Kemasyarakatan Manusia

Tinuku
News KeSimpulan.com - Dua langkah bagaimana manusia menjadi "became Social". Pergeseran 52 juta dan 16 juta tahun lalu mendorong struktur sosial manusia pada hari ini.

Primata mungkin berevolusi dari hidup solitari menjadi bentuk masyarakat sosial lebih kompleks dalam dua langkah utama. Leluhur Homo sapiens dan sepupu terdekat mengadopsi struktur bagi evolusi masyarakat manusia.

52 juta tahun lalu, primata telah meninggalkan cara mencari makan sendiri menjadi lebih bersatu dalam kelompok besar, terbentuk longgar dan seksual group.

16 juta tahun lalu, primata mulai membentuk kelompok-kelompok sosial yang lebih stabil seperti pasangan pria-wanita dan harem yang didominasi oleh 1 laki-laki alpha.

Melalui masing-masing tahapan proses tersebut maka mendorong aktivitas beralih dari gaya hidup malam menjadi lebih terbuka di bawah sinar Matahari siang hari.

"Menjadi aktif di siang hari memungkinkan primata melintasi ruang lebih luas dan mengeksploitasi lingkungan lebih efektif, tetapi juga menanggung risiko predasi lebih besar," kata Susanne Shultz, antropolog University of Oxford, melapor ke Nature.

Untuk bergerak di siang hari, primata membutuhkan strategi pertahanan baru untuk menangani dengan baik sejumlah besar predator dan juga tipe baru pemburu.

"Apa yang Anda cengkeram di malam hari berbeda dari apa yang akan Anda cengkeram di siang hari," kata Anthony Di Fiore primatolog University of Texas di Austin.

Di bawah Matahari maka sulit bersembunyi dari mata elang, tetapi dengan bergabung dan saling melayani sebagai alarm pengintai maka ada kesempatan yang lebih baik dan menghindari burung menukik atau predator lain.

Meneliti perilaku sosial hewan yang mati jutaan tahun lalu menjadi urusan rumit. Namun perilaku diwariskan, mempelajari cara berinteraksi sosial spesies yang hidup dapat memberi petunjuk cara leluhur berperilaku.

"Jika kita tidak memiliki kelompok-kelompok sosial berkembang pada primata, kita tidak akan melihat manusia membangun sosial di atasnya pada hari ini," kata Shultz.

Shultz dan rekannya meneliti perilaku sosial 217 spesies primata seperti babun, owa, dan tamarins. Gabungan data pohon evolusi maka peneliti membuat kemungkinan makhluk transisi antara mencari makan sendiri dan membentuk masyarakat kompleks primata di era modern.

"Kami memanggil data untuk memberitahu apa yang paling mungkin dalam transisi ini," kata Shultz.

Rute yang paling mungkin melibatkan dua lompatan evolusioner dalam perilaku sosial. Leluhur primata tidak mengubah strategi sosial secara bebas tergantung pada perubahan habitat, juga tidak secara bertahap meningkatkan ukuran dan kompleksitas klan antar waktu.

Tapi tidak semua primata hari ini hidup dalam jumlah besar dan heteroseksual. Titi monyet dan beberapa primata seperti gorila hidup poligami dengan harem. Analisis menunjukkan struktur-struktur sosial muncul hanya sekitar 16 juta tahun lalu.

"Ketika saya membaca laporan, benar-benar dipukul dengan gambaran berbeda. Model teoritis harus direvisi," kata Joan Silk, antropolog University of California di Los Angeles.

Bernard Chapais, primatolog University of Montreal di Kanada, sependapat dengan Shultz, tapi lebih senang jika Shultz mempertimbangkan rincian lebih lanjut seperti modus reproduksi ketika mengklasifikasi sistem sosial.

"Ini mendekati jumlah total spesies dalam urutan primata," kata Chapais.

"Analisis ini merupakan tambahan agenda studi saat ini tentang evolusi sosial," kata Peter Kappeler, antropolog University of Göttingen di Jerman.

Shultz mengatakan untuk mendapatkan gambaran lebih luas evolusi sistem sosial koperasi maka langkah berikutnya adalah menguji teori transisi pada spesies mamalia lain.
  1. Susanne Shultz, Christopher Opie (Institute of Cognitive and Evolutionary Anthropology, 64 Banbury Road, University of Oxford, Oxford OX2 6PN, UK), dan Quentin D. Atkinson (Institute of Cognitive and Evolutionary Anthropology, 64 Banbury Road, University of Oxford, Oxford OX2 6PN, UK; Department of Psychology, University of Auckland, Private Bag 92019, Auckland, New Zealand). Stepwise evolution of stable sociality in primates. Nature, 479, 219-222, 09 November 2011, DOI:10.1038/nature10601

Susanne Shultz http://www.icea.ox.ac.uk/about-us/staff/dr-susanne-shultz/
Anthony Di Fiore http://www.utexas.edu/cola/depts/anthropology/faculty/ad26693
Joan Silk http://www.sscnet.ucla.edu/anthro/faculty/silk/
Bernard Chapais http://www.anthro.umontreal.ca/personnel/chapais_bernard.html
Peter Kappeler http://www.soziobio.uni-goettingen.de/people/kappeler_d.php

Gambar : http://primates.com/

Tinuku Store