Hilangnya Kantung Udara Mendorong Hominin Bicara

Tinuku
News KeSimpulan.com - Nenek moyang kita baru bisa berbicara paling lama 3 juta tahun. Suara tidak memfosil tapi eksperimen tiupan udara menunjukkan suara leluhur kita sengau.

Banyak hewan berkomunikasi dengan suara tapi tidak berbahasa. Selama jutaan tahun, perubahan organ vokal kita memungkinkan vibrasi suara karena hilangnya kantung udara yaitu organ seperti balon pengeras suara primata.

Kantung udara yaitu organ seperti balon pengeras suara primata. Semua primata memiliki kantung udara kecuali manusia.

Palaeontolog mendating leluhur kita kehilangan organ yaitu jaringan menempel pada fitur kerangka disebut hyoid bulla.

Lucy, gadis Australopithecus afarensis berdating 3,3 juta tahun lalu memiliki bula hyoid, tetapi organ ini menghilang pada Homo heidelbergensis berdating 600.000 tahun lalu.

Bart de Boer, linguisian evolusi University of Amsterdam di Belanda, menciptakan saluran vokal buatan dari plastik berbentuk tabung. Udara dipaksa menghasilkan suara vokal berbeda.

De Boer memainkan suara dengan latar kebisingan pada 22 orang dan meminta mengidentifikasi vokal. Jika benar, mereka diminta mencoba lagi, namun kali ini suara lebih sulit didentifikasi.

Mereka yang mendengarkan tabung tanpa kantung udara bisa mentolerir kebisingan lebih banyak sebelum vokal dipahami. Kantung udara membuat frekuensi resonansi rendah dan suara vokal jadi mengempal.

Artiya Lucy sangat miskin kosakata. Bahkan kata-kata sederhana seperti "tin" dan "ten", terdengar sama baginya.

Ann MacLarnon, primatolog University of Roehampton di London, mengatakan eksperimen de Boer menyediakan bukti jelas hipotesis bahwa suara kompleks untuk berkomunikasi harus menyusutan kantung udara.

Kantung udara juga mengganggu kerja pita suara, membuat konsonan rumit. Kata-kata membutuhkan perubahan cepat dalam suara ketika diproduksi. Dengan kantung udara, vokal "u" cenderung terdengar "ugg".

"Mungkin caveman dan cavewomen berkata 'duh' sebelum mereka mengatakan 'ugg'," kata de Boer, melapor ke Journal of Human Evolution.
  1. Bart de Boer (Amsterdam Center for Language and Communication, University of Amsterdam, Spuistraat 210, 1012 VT Amsterdam, The Netherlands). Loss of air sacs improved hominin speech abilities. Journal of Human Evolution, 10 November 2011, DOI:10.1016/j.jhevol.2011.07.007

B.G. (Bart) de Boer http://home.medewerker.uva.nl/b.g.deboer/
Ann MacLarnon http://www.roehampton.ac.uk/staff/AnnMacLarnon/

Gambar : En Wikipedia http://en.wikipedia.org/wiki/Australopithecus_afarensis

Tinuku Store