Indeks Parameter Astrobiologi Deteksi Habitasi Alien

Tinuku
News KeSimpulan.com - Metode baru pencarian alien dikembangkan untuk membantu dalam pencarian kehidupan di luar tata surya kita secara lebih akurat.

Dua cabang pendekatan dirancang para peneliti NASA, SETI Institute dan beberapa perguruan tinggi untuk menggurangi bias prasangka penduduk di Bumi terkait kondisi kehidupan asing.

Laporan ke Astrobiology mengusulkan sebuah sistem baru untuk mengklasifikasikan exoplanet menggunakan dua indeks berbeda.

Earth Similarity Index mengkategorikan sebuah planet didasarkan pada seberapa mirip dengan Bumi termasuk diameter, massa dan suhu.

Planetary Habitability Index melihat isu-isu seperti keberadaan substrat stabil, energi, kimia, dan potensi air cair.

Indeks dirancang untuk meminimalkan bias pencarian kehidupan dalam kondisi yang lebih eksotis, kata Dirk Schulze-Makuch, astrobiolog Washington State University.

Fokus asumsi berbasis Bumi untuk kelayakhunian terlalu membatasi berbagai potensi bentuk kehidupan yang pada prinsipnya mungkin ada di dunia lain.

Kelayakhunian tidak selalu terbatas air atau planet mengitari bintang. Sebagai contoh danau hidrokarbon di bulan Saturnus, Titan, memiliki bentuk penghuni yang berbeda dengan kehidupan Bumi.

Schulze-Makuch memeriksa Danau Pitch, sebuah danau aspal cair beracun di Pulau Trinidad dan Tobago, menunjukkan eksistensi berbagai macam lingkungan hidup.

"Ada jalur untuk jenis kehidupan yang sangat berbeda yang menggunakan biokimia berbeda di planet lain," kata Schulze-Makuch.

"Secara teoritis Titan begitu dingin, metabolisme setiap organisme hidup sangat lambat. Mungkin selama 1 juta tahun mengambil napas hanya sebulan sekali. Bagi kita sulit untuk mengkategorikan sebagai kehidupan," kata Schulze-Makuch.

Charley Lineweaver, astrobiolog Australian National University, mengatakan para ilmuwan sedang dianugerahi data deteksi exoplanet baru. Lebih dari 700 exoplanet ditemukan mengorbit exobintang.

"Bagaimana kita memilah-milah dan menggolongkan khususnya dalam hidup?" kata Lineweaver.

Sementara model baru berguna, masih ada masalah karena kita tidak memiliki definisi yang baik bagaimana kehidupan sebenarnya.

"Makhluk hidup menyampaikan informasi diri melalui DNA, tetapi begitu virus dikatakan bukan hidup karena tidak dapat melakukan apa pun tanpa host," kata Lineweaver.

"Sulit menemukan jika Anda tidak tahu apa yang Anda cari. Karena kita tidak benar-benar tahu banyak asal usul kehidupan, Anda tidak mengetahui fitur paling penting apakah Anda memiliki kehidupan di tempat lain," kata Lineweaver.
  1. Dirk Schulze-Makuch (School of Earth and Environmental Sciences, Washington State University, Pullman, Washington, USA; Institut für Planetenforschung, Deutsches Zentrum für Luft- und Raumfahrt (DLR), Berlin, Germany) et.al. A Two-Tiered Approach to Assessing the Habitability of Exoplanets. Astrobiology, Online Ahead of Print: October 21, 2011, DOI:10.1089/ast.2010.0592

Dirk Schulze-Makuch http://www.sees.wsu.edu/Faculty/SMakuch/index.html
Charley Lineweaver http://www.mso.anu.edu.au/~charley/

Tinuku Store