Neutrino Sementara Menang Tapi Einstein Belum Kalah

Tinuku
News KeSimpulan.com - Neutrino menang, tapi Einstein belum kalah. Banyak fisikawan tetap menolak kecepatan neutrino meski hasil perhitungan set kedua identik.

September lalu, ilmuwan dari Gran Sasso dan CERN melaporkan hasil eksperimen partikel neutrino berjalan lebih cepat 5 kilometer lebih cepat dibanding cahaya.

Laporan ke arXiv ini memicu perdebatan fisika terbaru. Jika benar maka membatalkan Teori Relativitas Khusus Einstein dan basic bagaimana kosmos bekerja.

"Tidak mudah menghapus teori Einstein. Ada ribuan tes relativitas khusus telah dikonfirmasi," kata Victor Flambaum, teoritikus University of New South Wales.

Eksperimen OPERA menembak blok semburan neutrino dari akselerator CERN di Swiss menempuh perjalanan ke San Grasso di Italia.

Eksperimen pertama, 15.000 hit neutrino berjalan 60 nanodetik lebih cepat dibanding kecepatan cahaya atau 299.792.458 meter per detik dalam vakum.

Temuan disambut dengan kaget dan skeptisisme komunitas fisika dan banyak tulisan mempertanyakan. Bidang kekhawatiran terkait statistik pengukuran, efek relativistik, kalibrasi waktu dan jarak.

Eksperimen kedua, dipersempit dengan 20 hit neutrino sehingga waktu keberangkatan dan kedatangan partikel individu dapat diidentifikasi. Hasil pengukuran masih stabil seperti hasil eksperimen pertama.

Craig Savage, fisikawan Australian National University, mengatakan pengulangan eksperimen membersihkan beberapa pertanyaan yang muncul dari eksperimen pertama.

"Ini eksperimen sulit, hampir semua eksperimen partikel elementer sulit, neutrino dua kali lebih sulit karena sulit dideteksi," kata Savage.

"Eksperimen Minos di Fermilab tahun 2007 memiliki hasil yang sama tapi tidak signifikan secara statistik. Wajar apa yang mereka lihat hanyalah sebuah fluktuasi statistik," kata Savage.

Eksperimen independen yaitu ICARUS mengukur output energi OPERA tetapi tidak menemukan perubahan dalam energi.

"Jika neutrino lebih cepat dari cahaya mereka harus kehilangan energi dengan menciptakan pasangan elektron-positron partikel sub-atom," kata John Webb, astrofisikawan University of New South Wales.

"Mereka menyimpulkan tidak mengukur energi yang hilang jadi tim OPERA mungkin memiliki kesalahan kalibrasi," kata Webb.

Supernova 1987A meledak di sebuah galaksi tetangga pada tahun 1987 disebut awan Large Magellanic. Tim OPERA menemukan kecepatan neutrino menjadi fraksionalitas atas kecepatan cahaya, kata Flambaum.

Tetapi pengamatan supernova menunjukkan neutrino dan foton yang dihasilkan pada waktu yang sama dengan supernova, 160 ribu tahun cahaya tiba di sini pada saat yang sama juga. Jika OPERA itu benar maka neutrino seharusnya tiba di sini 4 tahun sebelum foton terjadi.
Victor Flambaum http://www.phys.unsw.edu.au/STAFF/ACADEMIC/flambaum.html
Craig Savage http://www.anu.edu.au/Physics/Savage/
John Webb http://www.phys.unsw.edu.au/STAFF/ACADEMIC/webb.html

Tinuku Store