Siklus Lalat Alat Kalibrasi Waktu Penyelidik Pembunuhan

Tinuku
News KeSimpulan.com - Peneliti mengubur lalat untuk membantu forensik TKP. Ketika menyelidiki pembunuhan maka setiap hal menjadi petunjuk yang penting dan berguna.

Peneliti melihat bagaimana serangga lalat Cochliomyia macellaria dan Protophormia terraenovae bertahan hidup ketika korban pembunuhan terkubur di dalam tanah.

Ini poin bagi forenser mengetahui berapa lama tubuh tergeletak di atas tanah sebelum dikubur atau mungkin dipindahkan dari satu kuburan ke kuburan lain.

"Lalat adalah serangga paling penting bagi forensik entomologi. Mereka pertama yang datang sebelum lainnya," kata Wes Watson, entomolog North Carolina State University Department of Entomology.

Lalat masuk ke tubuh dalam waktu kurang dari 10 menit dan bertelur dalam satu jam. Telur-telur menetas menjadi larva atau belatung melalui tiga tahap disebut instar sebelum berubah menjadi dewasa.

Menjelang akhir instar ketiga, larva merangkak hingga 40 meter di tempat terbuka dan 6 inci di dalam tanah untuk menjadi kepompong. Larva menjadi dewasa sepenuhnya dan muncul dari pupa 3-5 hari kemudian lalu siklus berulang.

Forenser entomologi dapat menentukan saat serangga menemukan mayat berdasarkan tahapan perkembangan lalat dan ukuran belatung.

Namun beberapa faktor dapat mempengaruhi kedatangan serangga. Sebagai contoh, tubuh disimpan dalam pendingin kedap udara selama beberapa hari sebelum dibuang di lapangan.

Watson dan rekannya mengubur serangga di kedalaman 5cm, 25cm dan 50cm karena korban pembunuhan biasanya dikubur di tanah dangkal. Peneliti juga memberi daging sebagai sumber makanan.

"Serangga ini bertahan hidup. Tanah tidak banyak penghalang bagi lalat."

Bahkan ketika terkubur di bawah 50 cm, 35 persen instar ketiga selamat hingga dewasa dan menggali jalan keluar dari tanah. Untuk larva instar ketiga dikubur di bawah 5cm, tingkat kelangsungan hidup 43 persen.

"Kita sekarang bisa mengatakan tubuh berada di permukaan cukup lama bagi lalat dan bertelur atau tubuh mungkin telah dipindahkan."

Penelitian ini datang dari pertanyaan yang muncul selama penyelidikan pembunuhan di mana tubuh telah dipindahkan dari satu tempat penguburan ke tempat yang lain.
  1. G.R. Balme, S.S. Denning, J.A. Cammack, D.W. Watson (Department of Entomology, North Carolina State University, Raleigh, NC 27695, United States). Blow flies (Diptera: Calliphoridae) survive burial: Evidence of ascending vertical dispersal. Forensic Science International, 3 September 2011, DOI:10.1016/j.forsciint.2011.07.017

Wes Watson http://www.cals.ncsu.edu/entomology/watson

Gambar : Wes Watson, North Carolina State University

Tinuku Store