Teori Gestur Lambaian Tangan Asal-usul Bahasa Manusia

Tinuku
News KeSimpulan.com - Perilaku lebih kuat dibanding kata-kata dan asal-usul bahasa muncul dari isyarat visual lambaian lengan bayi kera pra-hominin.

Empat kerabat terdekat kita yaitu bayi simpanse, bonobo, gorila dan orangutan dengan cepat belajar menggunakan isyarat visual untuk menyampaikan pesan sosial.

Bukti terbaru memberi tahu melambaikan tangan adalah langkah penting pertama asal-usul bahasa manusia.

Setelah pencarian panjang asal-usul bahasa dalam vokalisasi hewan, para bioevolusionis mulai mengubah taktik analisis.

Munculnya "gesture theory" dalam evolusi bahasa menyatakan kemampuan linguistik leluhur kita dimulai dari tangan daripada pita suara.

Katja Liebal, psikoevolusionis Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology di Leipzig, Jerman, dan rekannya menemukan bukti baru untuk teori gestur.

Liebal menemukan keempat kera besar yaitu simpanse, bonobo, gorila dan orangutan mengembangkan gerakan repertoar kompleks selama 20 bulan pertama kehidupan.

Gerakan termasuk poke dan dorongan taktil secara efektif menarik perhatian orang lain dalam situasi apapun. Juga termasuk gerakan visual seperti menjulurkan lengan ke arah kera lain atau gelengan kepala.

Untuk menjadi alat komunikasi yang efektif, gerakan visual ini harus disadari bayi bahwa orang lain akan memberi perhatian, jika mereka ingin menyampaikan pesan.

"Mengingat gerakan murni visual membutuhkan kognisi sosial lebih maju yang kita harapkan muncul kemudian dalam kehidupan kera," kata Liebal melapor ke American Journal of Primatology.

"Kehadiran awal pada semua empat spesies benar-benar mengejutkan," kata Liebal.

Bayi manusia juga cepat belajar menggunakan isyarat visual. Liebal berpendapat gerakan ini menempatkan kera besar dan manusia di cabang evolusi berbeda dari monyet yang umumnya tidak belajar menggunakan isyarat visual hingga hari ini.

"Pada monyet, gerakan lengan didedikasikan terutama untuk menangkap. Gerakan komunikatif muncul pada kera dan mulai mengambil bentuk gramatikal setelah hominin," kata Michael Corballis, neurolog University of Auckland di Selandia Baru, sependapat.

Perbedaan muncul pada hominin masih dapat dilihat dengan membandingkan jenis gerakan visual yang digunakan bayi dan anak-anak kera besar.

"Kera tidak menggunakan gerakan tunggal secara sistematis, baik di suatu spesies atau di semua spesies. Berbeda dengan bayi manusia," kata Ulf Liszkowski, linguisian Max Planck Institute for Psycholinguistics di Nijmegen di Belanda.

Liszkowski meneliti bahasa isyarat bayi manusia di 7 budaya berbeda termasuk Indonesia, Jepang, Meksiko dan Peru. Pada semua kasus anak-anak belajar dengan jari telunjuk di umur 14 bulan.

"Menariknya, index-finger-pointing gesture tidak muncul secara alami di salah satu spesies kera dalam studi Liebal," kata Liszkowski.

"Saya menduga gerakan telah berevolusi sendiri menjadi aneh karena mereka menyimpang dari hominin," kata Corballis.
  1. Christel Schneider (Freie Universit├Ąt Berlin, Evolutionary Psychology, Berlin, Germany; Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology, Department of Developmental and Comparative Psychology, Leipzig, Germany; University of Portsmouth, Portsmouth, United Kingdom), Josep Call (Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology, Department of Developmental and Comparative Psychology, Leipzig, Germany) dan Katja Liebal (Freie Universit├Ąt Berlin, Evolutionary Psychology, Berlin, Germany; Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology, Department of Developmental and Comparative Psychology, Leipzig, Germany; University of Portsmouth, Portsmouth, United Kingdom). Onset and early use of gestural communication in nonhuman great apes. American Journal of Primatology, 24 OCT 2011, DOI:10.1002/ajp.21011

Michael Corballis http://www.psych.auckland.ac.nz/uoa/michael-corballis/
Ulf Liszkowski http://www.mpi.nl/people/liszkowski-ulf
Katja Liebal http://www.ewi-psy.fu-berlin.de/einrichtungen/arbeitsbereiche/evolutionaere_psy/mitarbeiter/kliebal/index.html

Gambar : http://www.primates.com/

Tinuku Store